JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 219.147 Jemaah Haji Indonesia (JHI) telah tiba di Arab Saudi.
Melansir website Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI), Minggu (24/5/2026), para jemaah terdiri dari dua kategori.
Pertama adalah jemaah haji khusus yang berdasarkan data operasional terbaru mencapai 16.596 orang.
Kedua, sebanyak 202.551 jemaah dan 2.098 petugas haji yang terbagi dalam 527 kloter.
Juru Bicara (Jubir) Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa kedatangan 219.147 JHI di Arab Saudi menandai berakhirnya seluruh fase keberangkatan dari tanah air.
Kini, kementeriannya mengalihkan fokus layanan pada persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina alias Armuzna.
“Saat ini, seluruh layanan kami arahkan untuk memastikan kesiapan Armuzna, mulai dari tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penempatan petugas,” ungkap Maria Assegaff.
Ia lantas mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tak memasang atribut, spanduk, stiker, tanda, atau penanda dalam bentuk apapun di tenda jemaah, baik di Arafah dan Mina.
Menurutnya, seluruh penempatan jemaah harus mengikuti pengaturan resmi agar layanan Armuzna berjalan tertib dan tak menimbulkan kebingungan.
“Apabila petugas menemukan atribut atau identitas KBIHU yang terpasang di tenda Arafah maupun Mina, atribut tersebut akan langsung dicabut,” tutur Maria Assegaff.
“Kami juga akan memberikan teguran dan sanksi sesuai ketentuan kepada pihak yang tetap melanggar,” sambungnya.
Menjelang Armuzna, Kemenhaj RI meminta jemaah untuk mulai menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, menjaga asupan makan dan minum, serta mengikuti arahan petugas.
JHI juga diminta membawa barang secukupnya selama Armuzna, terutama dokumen identitas, obat pribadi, perlengkapan ibadah, masker, botol minum, alas kaki yang nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi.
Maria Assegaf pun mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk saling peduli satu sama lain.
“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, serta laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” ujarnya.
“Semoga seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, maupun kemudahan, serta dapat kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah,” tambah Jubir Kemenhaj RI ini.
Terakhir, Maria Assegaff mengapresiasi JHI yang telah membayar dam sesuai ketentuan resmi.
Jumlah jemaah yang terdata telah membayar dam tahun ini mencapai sekitar 145.341 orang.
Dari jumlah tersebut, 102.364 jemaah membayar dam di Arab Saudi melalui Adahi.
Sementara itu, sebanyak 38.992 jemaah membayar dam melalui mekanisme di Indonesia.
“Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran jemaah untuk melaksanakan kewajiban dam secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan,” papar Maria Assegaff.
“Kemenhaj RI terus memastikan pengelolaan dam berjalan transparan dan memberikan kepastian bagi jemaah,” pungkasnya. (ADR)