JAKARTA, AFU.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Kabinet Paripurna untuk mengukur dan mengevaluasi capaian kinerja pemerintahan selama 18 bulan masa kepemimpinannya. Rapat tersebut mengupas tuntas berbagai kemajuan pembenahan di sektor-sektor strategis nasional di tengah tekanan gejolak ekonomi global.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memegang teguh mandat dari rakyat untuk menyelesaikan berbagai hambatan struktural yang selama ini menghambat kemajuan bangsa. Pembenahan secara konsisten terus dilakukan di berbagai sektor vital yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Selama 18 bulan berjalan, sejumlah isu krusial dilaporkan mulai menunjukkan kemajuan signifikan, antara lain penanganan ketahanan pangan, distribusi pupuk, efisiensi kelangkaan LPG, peningkatan mutu pendidikan, hingga langkah terobosan pendirian Bank Emas Indonesia (Bullion Bank).
Selain evaluasi sektor riil, Rapat Kabinet Paripurna juga menyoroti kemampuan pemerintah dalam mengelola fiskal negara, khususnya melalui program efisiensi dan penghematan anggaran. Upaya ketat tersebut dinilai berhasil menjaga stabilitas keuangan nasional tetap solid.
Kinerja positif tersebut tecermin dari indikator ekonomi makro Indonesia. Meski berada di tengah ketidakpastian konflik global dan tekanan fiskal, motor perekonomian nasional terbukti tangguh dengan membukukan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
(ANT/MAR)