JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Republik Indonesia (RI) baru saja meresmikan proyek baru, yakni Biodiesel 50% (B50). Ada pula lima bendungan yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, Jawa Tengah (Jateng), dan Bali.
Presiden RI, Prabowo Subianto menilai kedua pencapaian tersebut merupakan bukti nyata kerja keras pemerintah dalam mengelola kekayaan bangsa. Kepala Negara lantas menegaskan bahwa Indonesia kini menjadi negara yang semakin makmur.
Hal tersebut karena pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan irigasi tersebut akan memperkuat kemandirian energi nasional. Sedangkan, implementasi B50 dapat membawa Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mampu memproduksi bahan bakar diesel berbasis minyak sawit.
“Lima bendungan yang kita resmikan adalah investasi negara sekitar 9,79 triliun rupiah. Indonesia juga negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari tanaman nabati, dari kelapa sawit. Solar kita sekarang 50 persen dari kelapa sawit,” ungkap Presiden Prabowo.
Prabowo menyampaikan, implementasi B50 menjadi pertanda mulainya penghentian impor solar dari luar negeri. Ia memperkirakan, kebijakan itu akan menghemat anggaran negara hingga Rp170 triliun per tahun.
“Kita negara pertama di dunia yang berani bikin B50, ini prestasi, padahal dulu waktu kita mulai, banyak yang menentang. Tidak bisa, nanti mesin rusak, nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin, nanti ini, nanti itu,” tuturnya.
Presiden Prabowo Subianto pun menilai, keberhasilan proyek infrastruktur dan penguatan kemandirian energi merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi kepentingan rakyat. Karena itu, pemerintahannya akan terus mengedepankan efisiensi pengelolaan anggaran dan memperkuat tata kelola yang bersih. Langkah itu agar semakin banyak sumber daya negara yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
“Yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, melakukan efisiensi. Jadi, ini perjuangan kita untuk menuju Indonesia makmur,” pungkas Presiden Prabowo Subianto. (ADR)