Jakata, AFU.ID - Sepuluh orang ditangkap aparat kepolisian dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6/2026) setelah situasi memanas. Massa aksi itu digelar oleh koalisi masyarakat Front Anti Kapitalisme dengan seruan tagar #IndonesiaSekarat.
Aksi dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Suasana mulai ricuh saat malam hari, ketika massa mulai mendorong pagar Gedung Grahadi yang sedang direnovasi.
Melihat aksi yang mulai membahayakan, polisi kemudian mengambil inisiatif dengan cara membubarkan para demonstran dengan menggiring mereka ke arah Balai Pemuda.
“Mereka terus melakukan perusakan. Itu membahayakan masyarakat dan dirinya sendiri. Karena itu, kami terpaksa mengambil tindakan tegas dengan mendorong massa ke belakang,” kata Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Luthfie Setiawan kepada awak media.
Setelah pembubaran itu, polisi mengamankan beberapa pendemo. Salah satu orang yang diamankan itu merupakan aktivis perempuan yang identitasnya belum diketahui. "Sekarang masih dilakukan pendataan, pemeriksaan. Bagi yang bersalah akan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Kapolres.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir membenarkan adanya penangkapan itu. Dia mengatakan bahwa ada 10 orang yang ditangkap polisi seusai demo. “Ini yang masuk hotline pengaduan ada 10 orang sampai pukul 22.00 WIB. Mereka dibawa ke Polrestabes,” ucap Djuir.
Demonstrasi hari ini mengkritisi berbagai kebijakan dan program pemerintah. Mereka mendesak penghentian dua program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Juru Bicara Aksi Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma mengatakan bahwa kebijakan pemerintah saat ini tidak berpihak kepada rakyat. Mereka pun membawa 11 tuntutan, di antaranya, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan MBG dan koperasi Desa Merah Putih, cabut undang-undang Polri dan undang-undang TNI, serta ciptakan lapangan kerja yang layak.
“Kami akan terus memperpanjang terus nafas perlawanan kita, terus akan mengadakan aksi-aksi yang mungkin tensinya lebih tinggi lagi daripada hari ini,” kata dia. (EER)