JAKARTA, AFU.ID — Mantan anggota parlemen Thailand, Chalong Riewraeng, ditangkap setelah diduga menembak Presiden Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi, Thongchai Yenprasert, di kompleks kantor pemerintah daerah pada Senin (10/8/2026). Thongchai sempat mendapat pertolongan dan dibawa ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia. Chalong disebut mengaku melepaskan sekitar lima tembakan karena persoalan utang sebesar 11 juta baht.
Penembakan terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat di kantor Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi, wilayah yang berada di sebelah utara Bangkok. Polisi menyebut Chalong diduga menerobos masuk ke ruang kerja Thongchai sebelum melepaskan beberapa tembakan. Sopir Thongchai juga dilaporkan terkena tembakan dalam insiden tersebut.
Petugas sempat memberikan resusitasi jantung paru atau CPR kepada Thongchai di lokasi kejadian. Ia kemudian dilarikan ke Phranangklao Hospital untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bangkok Post melaporkan Thongchai akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Kepala Kepolisian Nonthaburi Mayor Jenderal Dejrapee Kongdee mengatakan Chalong langsung diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami motif serta seluruh rangkaian kejadian. Dalam keterangan awal, kepolisian menyebut dua orang terkena tembakan dan harus mendapat perawatan medis.
“Kami sedang memeriksa dia terkait motifnya,” kata Dejrapee. Polisi belum menetapkan persoalan utang sebagai motif final karena penyidikan terhadap Chalong masih berlangsung. Keterangan mengenai utang tersebut berasal dari pengakuan Chalong setelah penembakan.
Setelah melepaskan tembakan, Chalong disebut sempat menelepon Anchalee Paireerak, presenter televisi Naew Na yang saat itu sedang memandu siaran langsung. Dalam percakapan tersebut, Chalong mengaku baru saja menembak Thongchai sekitar lima kali. Presenter itu kemudian memintanya meletakkan senjata, menenangkan diri, dan menunggu kedatangan polisi.
Dalam percakapan yang sama, Chalong mengklaim penembakan dilakukan karena Thongchai tidak membayar utang sebesar 11 juta baht kepadanya. Klaim tersebut belum dikonfirmasi secara independen sebagai fakta mengenai hubungan utang kedua pihak. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan motif sebenarnya di balik penembakan.
Chalong dikenal sebagai politikus lama di Nonthaburi. Ia pernah menjadi anggota parlemen dari Thai Citizen Party dan kemudian Pheu Thai Party. Pada Pemilu 2023, ia kembali maju sebagai calon anggota parlemen melalui Partai Bhumjaithai tetapi tidak berhasil memenangkan kursi.
Penembakan terhadap Thongchai terjadi hanya tiga hari setelah Provinsi Nonthaburi diguncang penembakan massal di Debsirin Nonthaburi School pada Jumat. Dalam peristiwa tersebut, seorang remaja berusia 14 tahun menembak anggota keluarganya sebelum melakukan serangan di sekolah. Jumlah korban meninggal kemudian meningkat menjadi sembilan orang termasuk pelaku.
Rangkaian penembakan dalam waktu berdekatan kembali memicu perhatian terhadap kepemilikan dan pengendalian senjata api di Thailand. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul sebelumnya menyatakan pemerintah akan memperketat aturan senjata setelah penembakan sekolah Nonthaburi. Pemerintah Thailand antara lain mempertimbangkan pembatasan lebih ketat terhadap membawa senjata di ruang publik.
Polisi hingga kini masih memeriksa Chalong untuk menentukan motif, kronologi lengkap, serta pasal yang akan dikenakan. Pernyataan mengenai utang 11 juta baht masih merupakan pengakuan tersangka dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik. Penyelidikan juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. (RHU)