JAKARTA, AFU.ID — Satu keluarga menjadi korban dugaan pembunuhan di sebuah rumah di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Seorang ayah berusia sekitar 32 tahun dan anak laki-lakinya yang masih berusia dua tahun ditemukan meninggal dunia. Sementara sang istri berusia 23 tahun mengalami luka serius dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.
Peristiwa tersebut diketahui pada Minggu malam setelah warga mendapati adanya kejadian mencurigakan dari dalam rumah korban. Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi, memasang garis polisi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dua korban ditemukan meninggal di rumah, sedangkan korban perempuan segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Informasi awal yang dihimpun media lokal menyebut pelaku diduga menyerang ketiga korban menggunakan senjata tajam. Namun, jumlah pelaku, jenis senjata yang digunakan, serta rangkaian serangan belum diumumkan secara resmi oleh kepolisian. Polisi juga belum mengonfirmasi informasi mengenai hubungan antara korban dan orang yang kini sedang diburu.
Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan penyidik masih mengejar terduga pelaku sehingga kronologi lengkap belum dapat disampaikan kepada publik. Polisi juga memeriksa dan mendata sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian. “Kami dari pihak penegak hukum, khususnya Polresta Palu, masih mengejar pelaku sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” kata Ismail (27/07/26).
Selain memburu pelaku, tim Satreskrim Polresta Palu mengumpulkan barang bukti dan melakukan identifikasi terhadap para korban. Kondisi istri korban masih menjadi perhatian karena ia merupakan satu-satunya anggota keluarga yang selamat dari kejadian tersebut. Keterangannya berpotensi membantu penyidik mengungkap identitas pelaku dan rangkaian peristiwa apabila kondisi kesehatannya telah memungkinkan untuk diperiksa.
Polisi belum mengumumkan motif dugaan pembunuhan maupun memastikan apakah pelaku berjumlah satu orang atau lebih. Informasi yang menyebut terduga pelaku merupakan rekan kerja korban juga belum dikonfirmasi secara terbuka oleh Polresta Palu. Masyarakat diminta tidak menyebarkan identitas, foto, ataupun informasi mengenai terduga pelaku yang belum dipastikan kebenarannya. (RHU)