JAKARTA, AFU.ID — Militer Amerika Serikat kembali menyerang Iran pada Rabu, (27/5/2026).
Serangan itu menyasar situs militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis Iran.
Serangan tersebut menjadi serangan kedua Amerika Serikat ke Iran dalam tiga hari.
Sebelumnya, Amerika Serikat menyerang target Iran di selatan negara itu pada Senin.
Komando Pusat Amerika Serikat menyebut serangan terbaru dilakukan untuk membela diri.
Mereka mengklaim situs di Bandar Abbas hendak meluncurkan drone kelima.
Media Iran melaporkan suara ledakan terdengar di timur Bandar Abbas.
Amerika Serikat juga mengklaim menembak jatuh empat drone serang Iran.
Drone itu disebut mengancam kawasan sekitar Selat Hormuz.
Iran mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap gencatan senjata.
Korps Garda Revolusi Iran kemudian menyatakan telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat.
Iran tidak menjelaskan lokasi pangkalan yang diserang.
Kuwait, yang menjadi lokasi pangkalan udara Amerika Serikat, menyatakan pertahanan udaranya mencegat ancaman rudal dan drone.
Eskalasi ini mengancam gencatan senjata rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan juga terjadi di Selat Hormuz.
Jalur laut itu menjadi rute penting perdagangan minyak dan gas dunia.
Sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati jalur tersebut.
Perang tiga bulan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu lalu lintas kapal di kawasan itu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan belum puas dengan proses kesepakatan damai bersama Iran.
Ia juga kembali membuka kemungkinan serangan lanjutan bila Iran tidak menerima syarat Washington. (RHU)