Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di sekitar Selat Hormuz. Kedua negara saling menuduh melanggar komitmen gencatan senjata setelah serangan terbaru di kawasan tersebut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim pasukan angkatan lautnya telah menargetkan posisi militer Amerika Serikat. Serangan itu disebut sebagai respons atas serangan udara AS di wilayah pesisir selatan Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu pagi, IRGC menuding Washington melanggar komitmen yang berkaitan dengan gencatan senjata. “Pasukan angkatan laut IRGC menargetkan posisi militer Amerika Serikat sebagai tanggapan atas agresi Amerika di selatan Iran,” demikian pernyataan IRGC.
IRGC menyebut serangan udara AS dilakukan di daerah pesisir Iran. Setelah itu, pasukan angkatan laut Iran diklaim membalas dengan menargetkan posisi militer AS di kawasan tersebut. Teheran juga memperingatkan bahwa serangan serupa akan dibalas dengan tindakan yang lebih besar. “Pengulangan serangan tersebut akan ditanggapi dengan respons yang lebih luas dan lebih kuat,” kata IRGC.
IRGC juga menyinggung pengaturan navigasi di Selat Hormuz. Iran menyebut mekanisme pelayaran di jalur strategis tersebut berada dalam kesepahaman yang dicapai dengan Teheran. Iran menuduh Amerika Serikat mencoba melanggar komitmen tersebut melalui tindakan yang disebut sebagai provokasi.
“Pengaturan yang mengatur navigasi melalui Selat Hormuz berada di bawah kesepahaman yang dicapai dengan Iran,” demikian pernyataan IRGC. Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, terutama untuk distribusi energi. Ketegangan di kawasan itu kembali menjadi perhatian setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melakukan pelanggaran.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS menyerang sejumlah target militer Iran. Target tersebut meliputi situs rudal, drone, dan radar. CENTCOM menyebut serangan itu dilakukan setelah Washington menuduh Teheran menyerang kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, serangan terhadap kapal dagang tersebut mengganggu keamanan pelayaran dan kebebasan navigasi di jalur perdagangan internasional. Dengan klaim yang saling berlawanan, situasi di Selat Hormuz kembali memanas. Iran menyebut tindakannya sebagai balasan atas serangan AS, sementara Amerika Serikat menyatakan serangan terhadap fasilitas Iran dilakukan setelah adanya dugaan serangan terhadap kapal dagang. (FAD)