Penulis: Administrator · Reporter: Handi
AFU.ID — Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengusulkan sejumlah syarat untuk mengakhiri konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang kian memanas.
Dalam artikel yang diterbitkan di majalah Foreign Affairs pada Jumat, Zarif menawarkan skema gencatan senjata dengan menekankan kompromi di sektor strategis, termasuk program nuklir dan jalur pelayaran global.
Meski tidak lagi menjabat secara resmi, Zarif diketahui masih memiliki pengaruh politik di Iran dan berperan dalam kemenangan Presiden Masoud Pezeshkian. Analis menilai, gagasan yang ia sampaikan kemungkinan telah melalui pembahasan dengan lingkaran elite pemerintahan Teheran.
Dalam tulisannya, Zarif menyatakan Iran siap membatasi program nuklirnya serta membuka kembali akses di Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan seluruh sanksi internasional.
Ia bahkan mengeklaim bahwa Iran berada dalam posisi unggul dalam konflik saat ini, namun tetap membuka ruang kompromi demi mengakhiri perang.
Proposal tersebut dinilai signifikan karena menyentuh dua isu utama yang selama ini menjadi sumber ketegangan global: ambisi nuklir Iran dan keamanan jalur distribusi energi dunia.
Namun, belum ada tanggapan resmi dari Presiden AS Donald Trump terkait usulan tersebut.
Dalam artikel yang sama, Zarif juga melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah tokoh dekat Trump, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang disebutnya tidak memahami isu geopolitik dan teknis nuklir.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun peluang diplomasi mulai muncul, ketegangan politik dan perbedaan pandangan antar elite masih menjadi tantangan besar dalam mencapai perdamaian. (ndi)