AFU.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu aksi militer pukul 20.00 berakhir. Kesepakatan yang bertujuan meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah ini turut disetujui oleh Israel, yang akan menangguhkan seluruh operasi pengebomannya selama masa jeda.
Mengutip dari Times Now News, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat dua arah, namun memiliki syarat utama. Penundaan aksi militer ini baru berlaku jika Iran menyetujui pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz secara "menyeluruh, segera, dan aman."
Kesepakatan ini tercapai berkat intervensi diplomatik dari Pakistan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif beserta Panglima Militer Jenderal Asim Munir bertindak sebagai mediator dan secara langsung meminta AS untuk menahan serangan militer guna memberikan ruang bagi negosiasi diplomatik.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah mengonfirmasi kebenaran kesepakatan yang dimediasi Pakistan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Mehr News Agency. Laporan terpisah dari CNN juga memastikan bahwa Israel telah sepakat untuk menghentikan serangannya selama periode dua pekan tersebut.
Fokus pada Proposal 10 Poin Iran
Menyusul kesepakatan ini, Presiden Trump mengklaim bahwa militer AS telah mencapai seluruh target operasinya. Ia menyebut perundingan saat ini sudah sangat dekat dengan resolusi damai jangka panjang. Dasar negosiasi lanjutan ini akan menggunakan "proposal 10 poin" yang diajukan oleh Iran.
Proposal tersebut merinci berbagai tuntutan Iran untuk mencapai perdamaian komprehensif di kawasan, yang meliputi:
• Penghentian Konflik: Penghentian permusuhan secara permanen dan de-eskalasi di wilayah Lebanon, Suriah, Irak, dan sekitarnya.
• Keamanan dan Kedaulatan: Jaminan keamanan yang mengikat, pengakuan resmi atas kedaulatan Iran, serta kerangka kerja terstruktur untuk keamanan maritim di Selat Hormuz.
• Ekonomi dan Pemulihan: Pencabutan sanksi AS dan internasional, pencairan aset-aset Iran, serta pampasan perang untuk rekonstruksi.
Seluruh kerangka proposal tersebut juga mewajibkan adanya sistem pemantauan dan negosiasi lanjutan. Periode gencatan senjata selama dua pekan ini kini menjadi waktu krusial bagi seluruh pihak untuk merampungkan draf akhir demi mengakhiri konflik di Timur Tengah secara permanen. (fad/asw)