Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Terjadi serangkaian ancaman melalui email yang dikirim ke sejumlah sekolah, kampus, dan institusi publik di berbagai wilayah Selandia Baru pada Selasa (23/6/2026). Ancaman tersebut sempat memicu evakuasi dan penutupan sementara atau lockdown di beberapa lokasi sebagai langkah pengamanan awal.
Inspektur Detektif, Glenn Baldwin, dari Divisi Investigasi Kriminal Kota Auckland, mengatakan pihaknya menilai ancaman itu memiliki tingkat risiko rendah. Namun, kepolisian tetap melakukan penyelidikan karena dampaknya mengganggu aktivitas publik dan keamanan institusi pendidikan. “Pada tahap ini, kami menilai ancaman tersebut berisiko rendah,” kata Baldwin dalam keterangannya, Selasa (23/6).
Baldwin menjelaskan, unit kejahatan siber bersama tim kepolisian dari berbagai distrik telah dikerahkan untuk melacak sumber email yang dikirim secara massal tersebut. Selain menyasar institusi pendidikan, sejumlah organisasi media dan lembaga publik juga melaporkan menerima pesan serupa.
Menteri Kepolisian Selandia Baru Mark Mitchell mengatakan kasus ini ditangani secara serius, meski indikasi awal mengarah pada dugaan email tersebut merupakan hoaks yang bertujuan memicu kepanikan. Hingga saat ini belum ditemukan bukti yang menunjukkan email ancaman tersebut berasal dari luar negeri.
Di lokasi-lokasi yang mendapat ancaman tersebut, prosedur darurat langsung diaktifkan dengan kehadiran aparat kepolisian. Dalam beberapa kasus, petugas juga melakukan sterilisasi area sebelum aktivitas kembali normal. (ANT/RAI).