JAKARTA, AFU.ID - Seorang mantan pilot Air Canada didakwa setelah diduga menerbangkan pesawat selama hampir 17 tahun tanpa lisensi wajib. Pilot bernama Geoffrey Wall itu disebut memimpin lebih dari 900 penerbangan domestik dan internasional sejak 2009 hingga 2025. Wall ditangkap pada 1 Juni 2026. Dakwaan terhadapnya diumumkan Kepolisian Kanada pada Selasa (9/6/2026).
Dalam penyelidikan, polisi menyebut Wall menerbangkan puluhan ribu penumpang selama bertahun-tahun tanpa memiliki Airline Transport Pilot Licence-Aeroplane atau ATPL-A. Lisensi itu diwajibkan untuk posisi pilot komandan pada pesawat komersial besar.
Meski demikian, Wall bukan orang yang sama sekali tidak memiliki kemampuan menerbangkan pesawat. Ia disebut memiliki izin untuk menerbangkan pesawat komersial. Namun, izin itu tidak cukup untuk posisi yang dijalankannya selama bertahun-tahun di Air Canada.
Wakil Kepala Polisi Regional Peel, Nick Milinovich, menggambarkan kasus tersebut seperti alur cerita dalam film. “Investigasi ini dan detail di sekitarnya seperti skenario film,” kata Milinovich, dikutip dari CNN.
Polisi menyebut Wall bukan hanya bekerja sebagai pilot biasa. Ia bahkan naik ke posisi pilot komandan dan menerbangkan pesawat berbadan besar milik Air Canada. “Dia naik ke posisi pilot komandan di mana selama hampir 17 tahun mereka menerbangkan Boeing 767, 777, dan 787,” kata Milinovich.
Selama bekerja, Wall disebut menerima gaji hampir 3 juta dolar Kanada atau sekitar Rp38,6 miliar. Namun, seluruh aktivitas penerbangan itu kini menjadi sorotan karena lisensi wajib yang dibutuhkan tidak pernah ia miliki.
Milinovich membandingkan kasus tersebut dengan seseorang yang memiliki izin di satu bidang, tetapi melakukan tindakan yang jauh melampaui kewenangannya. “Ini sangat mirip dengan seorang dokter yang memiliki izin untuk praktik kedokteran keluarga tetapi melakukan operasi otak di kantornya,” ujar Milinovich, dikutip.
Polisi menduga Wall bisa lolos dari pemeriksaan selama bertahun-tahun karena memberikan informasi tidak benar soal kualifikasinya kepada pihak maskapai dan regulator. “Kami percaya terdakwa telah memberikan keterangan yang salah tentang kualifikasinya kepada maskapai dan regulator,” kata Milinovich.
Air Canada mengakui adanya kasus tersebut. Namun, maskapai itu menyatakan persoalan ini tidak secara praktis mengganggu keselamatan penumpang. Perusahaan menyebut seluruh pilotnya menjalani pelatihan berkala setiap enam bulan untuk memastikan kemampuan dan kompetensi mereka tetap sesuai standar operasional.
Dengan pelatihan itu, Air Canada menyatakan para pilot, termasuk Wall ketika masih aktif, tetap memiliki kecakapan untuk menerbangkan pesawat secara aman. Meski demikian, perusahaan tidak menepis bahwa dugaan pelanggaran lisensi tersebut merupakan persoalan serius. “Air Canada menangani masalah ini dengan sangat serius,” kata perusahaan itu, dikuti dari The Guardian.
Wall diberhentikan dari tugas aktif pada 2025 setelah maskapai menemukan bahwa ia tidak memiliki lisensi ATPL-A. Tidak lama setelah itu, Wall pensiun sebelum penyelidikan regulasi dan pidana dimulai pada Januari 2026.
Kasus ini bermula dari temuan Transport Canada, lembaga regulator penerbangan Kanada. Regulator menemukan adanya anomali dalam data lisensi Wall. Dalam laporan itu, Transport Canada menyebut Wall tidak memiliki lisensi yang benar dan diwajibkan untuk posisi yang ia jalankan. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada kepolisian pada awal 2026.
Setelah laporan diterima, polisi melakukan penyelidikan lanjutan hingga akhirnya Wall ditangkap pada 1 Juni 2026. Akibat dugaan pelanggaran tersebut, Wall telah dikenai denda oleh Transport Canada. Ia juga menghadapi tujuh dakwaan pidana, termasuk penipuan bernilai lebih dari 5.000 dolar AS, pemalsuan dokumen, dan kepemilikan dokumen palsu. (FAD)