JAKARTA, AFU.ID — Antusiasme masyarakat terhadap Perpustakaan Jakarta terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari gelaran Night at the Library (NATL) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, yang langsung menghabiskan seluruh kuota peserta sesaat setelah pendaftaran dibuka.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan sebanyak 800 kuota peserta ludes dalam waktu singkat. Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan perpustakaan semakin diterima sebagai ruang publik yang terbuka, inklusif, sekaligus menjadi third place atau ruang ketiga bagi masyarakat di luar rumah dan tempat kerja. Melalui NATL, pengunjung tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengikuti beragam kegiatan literasi dan seni.
Acara tersebut menghadirkan diskusi publik, pertunjukan musik dan teater, peluncuran Festival Sastra H.B. Jassin 2026, hingga berbagai aktivitas yang mengajak masyarakat mengenal Jakarta dari perspektif sejarah, sastra, dan kebudayaan. Nasruddin mengatakan rangkaian kegiatan itu menjadi simbol dimulainya "halaman ke-500" Jakarta menjelang usia lima abad pada 2027. Menurutnya, Jakarta tidak hanya dibangun melalui gedung dan infrastruktur, tetapi juga melalui karya, gagasan, sastra, jurnalisme, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Kalau gedung adalah tubuh sebuah kota, maka cerita adalah jiwanya. Jakarta beruntung memiliki jiwa yang sangat kaya," ujar Nasruddin, dikutip pada Sabtu, (19/7/2026). Ia menambahkan, perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar tempat meminjam buku, melainkan ruang publik yang hidup untuk belajar, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring sosial. Momentum HUT ke-4 Perpustakaan Jakarta juga bertepatan dengan dibukanya kembali Perpustakaan Nyi Ageng Serang yang telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Sejak beroperasi, perpustakaan tersebut mampu menarik sekitar 1.000 pengunjung setiap hari. Sepanjang Semester I 2026, Perpustakaan Jakarta juga mencatat 320.352 kunjungan atau rata-rata sekitar 13 ribu pengunjung setiap pekan, sementara total kunjungan sejak kembali dibuka telah mencapai sekitar 1,96 juta orang. Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Diki Lukman Hakim mengatakan transformasi layanan terus dilakukan agar perpustakaan semakin menjadi ruang interaksi sosial yang nyaman bagi masyarakat.
Selain menggelar NATL, pihaknya juga menghadirkan 16 program selama liburan sekolah yang berisi workshop, mendongeng, kerajinan tangan, dan berbagai aktivitas edukatif untuk anak-anak. Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta Ali Maulana Hakim berharap inovasi seperti NATL terus dikembangkan untuk memperkuat budaya literasi di ibu kota. Menurutnya, perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang belajar, kolaborasi, dan pengembangan kreativitas yang berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Jakarta berusia 500 tahun. (RAI)