JAKARTA, AFU.ID — Nama Risya Azzahra Rahimah Natakusumah, putri Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menjadi sorotan publik setelah unggahan mengenai aktivitasnya sebagai penggemar K-Pop ramai diperbincangkan di media sosial X. Perbincangan tersebut berkembang setelah muncul tudingan bahwa perjalanan dan aktivitas fan experience bersama grup K-Pop TREASURE diduga menggunakan dana publik.
Isu tersebut bermula dari unggahan akun X @bismillahyuk_ pada Selasa (28/7/2026). Dalam unggahan itu, akun tersebut menyinggung aktivitas Risya menghadiri konser, fan meeting, hingga kesempatan bertemu anggota TREASURE dengan perkiraan biaya mencapai Rp25 juta hingga Rp40 juta lebih.
Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan mendapat perhatian ribuan pengguna media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan bagaimana seorang anak pejabat dapat memperoleh akses tersebut, sementara sebagian penggemar K-Pop lain mengaku harus menabung lama untuk dapat menghadiri konser atau bertemu idolanya.
Perdebatan kemudian melebar menjadi pembahasan mengenai privilege anak pejabat dan dinasti politik, mengingat Risya merupakan putri dari Achmad Dimyati Natakusumah yang kini menjabat Wakil Gubernur Banten. Ibunya, Irna Narulita, juga pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang.
Namun, tudingan mengenai penggunaan dana APBN maupun APBD tersebut hingga kini belum memiliki bukti resmi yang dapat diverifikasi. Belum ada dokumen anggaran, laporan perjalanan, hasil audit, maupun pernyataan dari lembaga berwenang yang menunjukkan adanya penggunaan uang negara dalam aktivitas tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Risya Azzahra Rahimah Natakusumah maupun pihak keluarga belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang beredar di media sosial. Pemerintah Provinsi Banten juga belum menyampaikan pernyataan mengenai isu tersebut.
Risya sendiri dikenal sebagai salah satu anggota keluarga politisi Banten. Ia merupakan lulusan George Washington University dan pernah maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2019 serta 2024. Namanya kembali menjadi perhatian publik setelah isu mengenai aktivitas K-Pop tersebut ramai diperbincangkan.
Polemik ini kembali menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap perilaku dan gaya hidup keluarga pejabat publik. Namun, seluruh tudingan terkait penggunaan dana negara masih harus menunggu klarifikasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. (RHU)