JAKARTA, AFU.ID — Nama Risya Azzahra Rahimah Natakusumah menjadi perhatian publik setelah dirinya ramai diperbincangkan di media sosial terkait isu yang menyeret aktivitasnya sebagai penggemar grup K-Pop TREASURE. Sorotan tersebut muncul karena statusnya sebagai putri Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.
Risya merupakan anak dari pasangan Achmad Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita. Ayahnya saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten periode 2025–2030, sementara ibunya pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang selama dua periode, yakni 2011–2016 dan 2016–2021.
Lahir di Jakarta pada 1996, Risya dikenal memiliki latar belakang pendidikan internasional. Ia menempuh pendidikan tinggi di George Washington University, Amerika Serikat, dengan bidang studi yang berkaitan dengan politik dan hubungan internasional.
Sebelum menjadi sorotan publik, Risya juga pernah terjun ke dunia politik. Ia tercatat sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat pada Pemilu 2019 dan kembali maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2024 dari daerah pemilihan Banten.
Dalam Pemilu 2024, Risya maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten I yang meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, dan Kota Serang. Namun, ia belum berhasil memperoleh kursi di parlemen.
Di luar aktivitas politik, Risya juga dikenal aktif di media sosial dan memiliki ketertarikan terhadap budaya populer Korea Selatan, termasuk musik K-Pop. Ketertarikannya terhadap dunia hiburan Korea kemudian menjadi sorotan setelah unggahan mengenai aktivitasnya sebagai penggemar TREASURE ramai diperbincangkan warganet.
Nama Risya turut menjadi perhatian karena latar belakang keluarganya. Sebagai anak kepala daerah, aktivitas maupun gaya hidup keluarga pejabat kerap mendapat perhatian lebih besar dari publik, terutama ketika berkaitan dengan isu fasilitas, akses, atau penggunaan sumber daya negara.
Meski demikian, tudingan mengenai penggunaan dana negara dalam aktivitas pribadi Risya yang beredar di media sosial hingga kini belum memiliki bukti resmi. Belum ada dokumen anggaran, hasil audit, maupun keterangan dari lembaga berwenang yang membuktikan adanya penggunaan APBN atau APBD dalam kegiatan tersebut.
Pihak Risya maupun keluarga Natakusumah juga belum memberikan pernyataan resmi terkait isu yang berkembang. Hingga kini, perbincangan publik masih berada pada tahap sorotan dan perdebatan mengenai batas antara kehidupan pribadi keluarga pejabat dengan ekspektasi transparansi publik. (RHU)