AFU.id

MPLS Sekolah Rakyat Gelombang II Dimulai, Masih Ada 4,1 Juta ATS yang Belum Terserap

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Gelombang II resmi dimulai pada 31 Juli 2026, dengan fokus pemerintah untuk mendukung 4,1 juta anak tidak sekolah dan putus sekolah sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, sekaligus melakukan pemetaan kebutuhan peserta didik untuk merancang intervensi pendidikan yang tepat. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pendamping sosial, dan orang tua, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

MPLS Sekolah Rakyat Gelombang II Dimulai, Masih Ada 4,1 Juta ATS yang Belum Terserap
Wamensos RI, Agus Jabo Priyono menyalami siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jateng, yang menggelar MPLS Gelombang II TA 2026/2027, Jumat (31/7/2026). (Foto: Kemensos RI)

MPLS Sekolah Rakyat Gelombang II Bangkitkan Harapan Keluarga Miskin

Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Gelombang II lantas menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang selama ini kesulitan untuk membiayai pendidikan anaknya. Tri Murniyati, buruh tani dengan penghasilan sekitar Rp700 ribu per bulan, mengaku bersyukur karena putranya kini dapat melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Baginya, program strategis nasional (PSN) itu membuka kesempatan yang sebelumnya sulit terwujudkan.

Kagem bapak Presiden, matur nuwun sanget, terima kasih banyak sudah menyediakan gedung Sekolah Rakyat. Juga untuk pendidikan anak-anak kami yang kurang mampu, sekarang bisa meraih cita-cita melalui anak-anak kami,” tuturnya.

Setali tiga uang dengan Turmudi, buruh tani dengan penghasilan tidak menentu yang merasa terbantu karena anaknya memperoleh akses pendidikan gratis dan berkualitas. Wamensos Agus Jabo Priyono lantas menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. “Maka negara kemudian menjemput, menjemput anak-anak dari Bapak dan Ibu ke rumah-rumah untuk disekolahkan di Sekolah Rakyat,” ujar Agus Jabo Priyono.

Wamensos RI menyebut, sekitar 4,1 juta anak Indonesia yang belum sekolah, tidak sekolah, maupun putus sekolah karena faktor ekonomi. Pemerintah RI pun menaikkan kapasitas pembangunan Sekolah Rakyat permanen dari semula 1.000 menjadi minimal 2.000 siswa per sekolah untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan pendidikan. Kebijakan itu juga menunjukkan besarnya tantangan pemerataan akses pendidikan nasional.

Keberhasilan MPLS Sekolah Rakyat Gelombang II tak hanya terukur dari mulainya kegiatan belajar, melainkan dari kemampuan menjangkau anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan. Jika pelaksanaannya konsisten dan mendapat dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat, program ini berpotensi menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui pembangunan kualitas SDM. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi