JAKARTA, AFU.ID — Program prioritas nasional (PSN) Sekolah Rakyat akan genap beroperasi satu tahun pada Juli 2027 mendatang.
Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf menilai momentum tersebut harus menjadi ruang pembuktian nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
“Satu tahun Sekolah Rakyat bukan seremoni, ini pembuktian bahwa programnya nyata, berdampak, dan menjawab akar persoalan kemiskinan,” ungkapnya dikutip AFU.ID dari website Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Minggu (31/5/2026).
Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, meminta seluruh pengelola menyiapkan skema open house secara transparan dengan melibatkan masyarakat, tokoh daerah, figur nasional, media massa, hingga para pembuat pengaruh (influencer).
Langkah inklusif tersebut bertujuan agar publik menyaksikan langsung potret perkembangan program di lapangan secara objektif.
“Narasi Sekolah Rakyat harus tumbuh dari banyak suara, bukan hanya dari Kemensos,” tutur Gus Ipul.
Ia pun menyadari program Sekolah Rakyat masih mempunyai banyak kekurangan yang perlu adanya pembenahan.
Oleh karenanya, Gus Ipul memacu para pendidik untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan demi menyambut operasional fasilitas baru.
“Naikkan level kepemimpinan dan cara berpikir, bangun budaya disiplin, kebersihan, ketertiban, dan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak kita,” pungkas Mensos RI.
Sebagai informasi, Pemerintah RI menargetkan penuntasan 93 titik pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat permanen tahap II selesai pada Juni 2026 guna mendukung tahun ajaran baru 2026/2027. (ADR)