AFU.id

Beasiswa Santri Dipersiapkan, Peluang Studi ke Luar Negeri Kian Terbuka

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program beasiswa untuk santri guna memperluas akses pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, dengan fokus pada pembinaan kemampuan bahasa Inggris dan persiapan akademik. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya dukungan ekosistem untuk meningkatkan daya saing santri dalam memperoleh beasiswa, termasuk kolaborasi dengan berbagai lembaga. Selain itu, terdapat peluang kerjasama pendidikan internasional dengan Pemerintah Maroko yang menawarkan 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, diharapkan dapat mempermudah akses studi ke perguruan tinggi di negara tersebut.

Beasiswa Santri Dipersiapkan, Peluang Studi ke Luar Negeri Kian Terbuka
Menag RI, Nasaruddin Umar menerima audiensi IKA PMII Ciputat dan Tangsel yang salah satunya membahas beasiswa untuk santri. (Foto: Kemenag RI)

Beasiswa Santri Buka Peluang Studi ke Maroko

Beasiswa untuk santri juga mendapat peluang penguatan melalui kerja sama pendidikan internasional dengan Pemerintah Maroko. Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini menyebut ada sekitar 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia dan membuka kemungkinan penambahan kuota apabila diperlukan. Ia turut membahas perluasan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Indonesia di berbagai bidang ilmu bersama Menag Nasaruddin Umar.

“Saya kira, ada keinginan dari Kementerian Urusan Islam (Pemerintah Maroko, red) untuk meningkatkan jumlahnya jika memang dibutuhkan. Saya berkomitmen untuk menyampaikan posisi Indonesia terkait masalah ini kepada pihak berwenang dan pemerintah saya. Juga akan menindaklanjutinya dengan mereka,” ujar Redouane Houssaini ketika mengunjungi Kantor Kemenag RI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menag Nasaruddin Umar lantas menyatakan, Indonesia telah mengirim 30 mahasiswa melalui program visiting student, kendati pelaksanaannya belum dapat berlanjut tahun ini karena sejumlah persyaratan. Kemenag RI mengharapkan akses menuju perguruan tinggi di Maroko dapat dipermudah sehingga semakin banyak mahasiswa Indonesia memperoleh kesempatan belajar di negara tersebut. “Insyaallah, ke depan kita dapat mengirim lebih banyak mahasiswa ke Maroko, bukan hanya untuk studi Islam, tetapi juga teknik dan berbagai ilmu lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Pemerintah Maroko menyatakan sedang mengkaji penyederhanaan persyaratan sekaligus kemungkinan mengirim pengajar bahasa Arab ke Indonesia sebagai program persiapan sebelum keberangkatan mahasiswa. Sinergi antara pembinaan talenta di dalam negeri dan perluasan kerja sama pendidikan luar negeri menunjukkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) memerlukan ekosistem yang terintegrasi. Mulai dari pendampingan seleksi hingga terbukanya akses terhadap kampus-kampus berkelas dunia. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi