JAKARTA, AFU.ID — Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menyatakan 995 airsoft gun yang ditemukan di Sekolah Harapan Ibu, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sudah dalam kondisi rusak. Hasil pemeriksaan tersebut diketahui setelah tim Puslabfor melakukan pengecekan terhadap temuan senjata di sejumlah ruangan sekolah. Polisi masih mendalami asal-usul serta pihak yang berkaitan dengan barang-barang tersebut.
Kepala Unit Kriminal Umum (Kanit Krimun) Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech mengatakan, kondisi airsoft gun tidak lagi utuh dan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. "Senjata airsoft gun itu sudah kondisinya menurut Puslabfor sudah rusak, sudah tidak utuh," kata Alpino kepada wartawan, Selasa (11/8/2026). Selain memeriksa senjata, Puslabfor juga menerjunkan tim untuk mengidentifikasi jejak orang yang pernah berada di ruangan tersebut.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) terbaru, polisi menyita 30 barang yang berkaitan dengan senjata. Barang tersebut terdiri atas airsoft gun, amunisi, magasin, dan sejumlah suku cadang seperti sasaran tembak dan gagang senjata. Temuan itu berasal dari tiga ruangan, yakni ruangan eks ketua yayasan, ruang sekretaris, serta ruang sarana dan prasarana.
Puslabfor juga mengambil sampel DNA dari tiga ruangan tersebut untuk membantu mengetahui siapa saja yang pernah masuk ke lokasi. Pemeriksaan ini dilakukan karena sejumlah ruangan sebelumnya disebut dalam kondisi terkunci. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk menentukan keterkaitan antara barang bukti dan orang-orang yang pernah mengakses ruangan tersebut.
Temuan ratusan senjata itu bermula ketika pihak yayasan membuka ruangan yang sebelumnya lama terkunci setelah terjadi perubahan kepengurusan yayasan. Dari 996 benda yang awalnya ditemukan, 995 di antaranya merupakan senapan angin atau airsoft gun, sedangkan satu lainnya merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. Polisi kemudian mengamankan barang-barang tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.
Mantan ketua yayasan berinisial IWD disebut sebagai pihak yang sebelumnya menyimpan ratusan airsoft gun tersebut. Kuasa hukum IWD menyebut, senjata itu disiapkan untuk rencana pembentukan ekstrakurikuler menembak yang belum terealisasi sejak 2020. Sementara itu, pihak sekolah mengatakan temuan tersebut diketahui setelah konflik internal yayasan membuka akses ke ruangan yang sebelumnya tidak dapat mereka masuki.
Saat ini, garis polisi di lokasi telah dilepas dan sekolah dinyatakan aman dari barang berbahaya. Meski demikian, pihak yayasan masih menerapkan pembelajaran jarak jauh hingga akhir pekan ini, sementara polisi melanjutkan pendalaman terhadap seluruh temuan. (RAI)