AFU.id

Tiga Kali Periksa Sudirman Said, Apa yang Dicari Kejagung?

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Kejaksaan Agung Indonesia melakukan pemeriksaan ketiga terhadap mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, terkait dugaan korupsi dalam pengadaan minyak oleh Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode 2008-2015. Penyidik menggali informasi tentang praktik pengadaan dan penentuan harga minyak berdasarkan pengalaman Sudirman di PT Pertamina dan Kementerian ESDM. Selain itu, tujuh tersangka telah ditetapkan dalam kasus ini, termasuk Mohammad Riza Chalid, yang juga terlibat dalam penyelidikan korupsi lainnya terkait tata kelola minyak di PT Pertamina.

Tiga Kali Periksa Sudirman Said, Apa yang Dicari Kejagung?
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menjawab pertanyaan awak media di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Jumat (17/7/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Tujuh Tersangka dalam Kasus Petral

Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang Petral periode 2008–2015. Mereka adalah Mohammad Riza Chalid, IRW, BBG, AGS, MLY, NRD, dan TFK. Riza Chalid disebut sebagai pemilik manfaat atau beneficial owner Gold Manor, VeritaOil, dan Global Energy Resources (GER). Sementara IRW merupakan pihak swasta yang menjabat direktur di sejumlah perusahaan milik Riza.

Riza juga masuk dalam daftar Red Notice Interpol terkait perkara lain, yakni dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023. Tersangka BBG pernah menjabat Manager Niaga Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina. Jabatan terakhirnya adalah Managing Director Pertamina Energy Services (PES).

AGS merupakan Head of Trading Pertamina Energy Services periode 2012–2014. MLY menjabat Senior Trader Pertamina Energy Services Pte Ltd. periode 2009–2015, sedangkan NRD merupakan Crude Trading Manager di perusahaan yang sama. Adapun TFK merupakan mantan Vice President Integrated Supply Chain PT Pertamina yang terakhir menjabat Direktur Utama PT Pertamina International Shipping. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi