JAKARTA, AFU.ID — Kepolisian menangkap dua pelajar SMK berinisial AS dan MF saat keduanya tengah mengikuti ujian di sekolah pada Rabu (10/6/2026). Penangkapan dilakukan setelah keduanya terbukti terlibat dalam aksi pembacokan terhadap seorang siswa berinisial F di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Kapolsek Palmerah AKP, Parman BM Nainggolan, mengatakan penangkapan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan dan menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian. “Untuk saat ini yang diamankan baru dua pelaku, untuk yang lainnya itu nanti melihat perkembangan pemeriksaan. Kedua pelaku ini yang melakukan penyerangan menggunakan ikat pinggang dan celurit,” kata Parman di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Gang T, Palmerah Barat VI, Jakarta Barat, pada Selasa (9/6) pagi. Saat itu korban F sedang dalam perjalanan menuju sekolah sebelum tiba-tiba menjadi sasaran penyerangan. "Bukan lagi tawuran. Saat itu korban mau ke sekolah melewati gang T di Kelurahan Palmerah," kata Parman
Awalnya, AS yang pertama kali menyabet korban dengan ikat pinggang. Kemudian, MF yang duduk di belakangnya turun dari motor dan melakukan pembacokan dengan menggunakan celurit. "Setelah melakukan itu, pelaku langsung kabur. Nah, anggota kami melihatnya dari medsos pada sore hari, kemudian langsung ke TKP dan cek CCTV," ucap Parman.
Serangan itu menyebabkan korban mengalami luka di bagian bahu kanan. F diketahui mengalami luka robek dan harus mendapatkan perawatan medis.“Korban saat ini sudah mendapatkan perawatan medis dengan tujuh jahitan di bahu kanan,” ujar Parman.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban dan kedua pelaku tidak saling mengenal sebelumnya. Polisi masih mendalami motif di balik aksi penyerangan tersebut. Penyidik Reserse Kriminal Polsek Palmerah saat ini masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kejadian tersebut.
Karena kedua pelaku masih berstatus di bawah umur, proses hukum akan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan perlindungan anak yang berlaku. (ANT/RAI)