JAKARTA, AFU.ID — Perselisihan akibat rebutan penumpang di sebuah pangkalan ojek di Kabupaten Sukabumi berakhir dengan aksi pembacokan. Seorang tukang ojek pangkalan berinisial R alias P (59) mengalami luka serius setelah diserang menggunakan senjata tajam oleh sesama tukang ojek berinisial S alias B di kawasan Pangkalan Ojek Simpang Cisarua, Kampung Kadudampit, RT 04 RW 01, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan keterangan warga, peristiwa bermula ketika seorang penumpang hendak menggunakan jasa ojek. Penumpang tersebut disebut merupakan giliran korban untuk diantar, namun pelaku memaksa mengambil penumpang itu. Perselisihan pun memanas hingga berujung aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.
Salah seorang warga, Marni (44), mengaku mendapati lokasi kejadian telah dipenuhi warga dan aparat kepolisian saat melintas sepulang dari wilayah Gading. Menurutnya, korban langsung diserang menggunakan celurit hingga mengalami luka di bagian wajah, kepala, dan kaki. "Warga maupun sesama tukang ojek tidak berani memberikan pertolongan saat kejadian karena pelaku mengamuk sambil membawa celurit," kata Marni.
Peristiwa itu pertama kali diketahui saksi berinisial SUS yang mendengar keributan dari arah pangkalan ojek. Saat menghampiri lokasi, saksi melihat korban sudah bersimbah darah dengan luka serius di bagian kepala dan kaki. Warga kemudian mengevakuasi korban ke RS Betha Medika Cisaat untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kadudampit. Petugas Polsek Kadudampit bersama Satreskrim Polres Sukabumi Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa kondisi korban di rumah sakit.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka robek di kepala sepanjang sekitar 10 sentimeter, luka pada betis kaki kanan sepanjang 7 sentimeter, dan luka di bawah mata kaki kiri sekitar 4 sentimeter. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis karambit yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penganiayaan.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota melalui Kasi Humas Ipda Ade Ruli Bahtiarudin mengatakan, penyidik telah mengambil alih penanganan perkara dan masih memburu pelaku. Saat didatangi ke rumahnya, pelaku diketahui sudah melarikan diri dan nomor teleponnya tidak lagi aktif. "Begitu menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, memeriksa kondisi korban di rumah sakit, mengamankan barang bukti berupa sebilah karambit. Terduga pelaku saat didatangi ke rumahnya sudah tidak berada di tempat dan hingga kini masih dalam pengejaran," ujar Ade.
Polisi mengimbau pelaku segera menyerahkan diri serta meminta masyarakat yang mengetahui keberadaannya untuk memberikan informasi kepada aparat. Hingga kini, Satreskrim Polres Sukabumi Kota masih memburu pelaku sekaligus mendalami motif pembacokan yang diduga dipicu perselisihan akibat rebutan penumpang. Meski demikian, situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan tetap aman dan kondusif. (RAI)