Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Fakta Baru Penculikan Jesslyn, Polisi Duga Sang Ibu Dalang di Balik Aksi Penjemputan
Bagikan:
Penulis: Erik Erfinanto
Ringkasan Berita
Polisi mengungkap dugaan baru terkait penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya Lay, yang diduga dilakukan atas perintah ibunya karena ketidaksetujuan terhadap hubungan Jesslyn dengan kekasihnya. Setelah diambil dari sebuah restoran di Jakarta Pusat, Jesslyn dibawa ke Semarang dan kemudian ke luar negeri bersama ibu dan tantenya. Meski terdapat laporan bahwa Jesslyn dibawa secara paksa, polisi masih menunggu keterangan langsung dari Jesslyn untuk menentukan apakah peristiwa tersebut merupakan tindak pidana penculikan atau bukan.
Fakta baru kasus dugaan penculikan pemain golf Jessleyn Wijaya, sang ibu diduga menjadi dalang. (Foto Afuid)
JAKARTA, AFU.ID — Polisi mengungkap fakta baru terkait dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay. Sejumlah orang yang membawa Jesslyn dari sebuah restoran di Jakarta Pusat diduga bertindak atas suruhan sang ibu. Polisi menduga aksi penjemputan tersebut berkaitan dengan ketidaksetujuan orang tua terhadap hubungan Jesslyn dengan kekasihnya. “Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Roby menjelaskan, ibu Jesslyn diduga meminta beberapa orang untuk menjemput putrinya saat menghadiri acara ulang tahun keluarga di sebuah restoran di Jakarta Pusat. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai tindak pidana penculikan. Penyidik masih menunggu keterangan langsung dari Jesslyn untuk mengetahui apakah ia dibawa secara sukarela atau mengalami paksaan. “Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, lalu sampai ke Bangkok itu atas kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologis, maka tidak ada perbuatan pidananya,” jelas Roby.
Polisi juga mengungkap perjalanan Jesslyn setelah dibawa dari restoran. Berdasarkan informasi yang diperoleh penyidik, Jesslyn sempat dibawa ke Semarang sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri. “Kami mendapat informasi Jesslyn bergerak mulai dari TKP, lalu ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, dan lanjut ke Bangkok bersama ibu dan tantenya,” ujar Roby.
Sebelumnya, calon suami Jesslyn, Evan, melaporkan peristiwa tersebut ke polisi setelah kehilangan kontak dengan kekasihnya. Kuasa hukum Evan, Andi Darti, mengatakan Jesslyn telah hampir 10 bulan tinggal terpisah dari keluarganya di sebuah apartemen di kawasan Pluit. Jesslyn juga disebut berencana menikah dengan Evan dalam waktu dekat.
Menurut Darti, Evan mengantar Jesslyn ke restoran tempat acara ulang tahun neneknya pada Senin (13/7/2026). Jesslyn sempat membawa kue ulang tahun dan masih berkomunikasi dengan Evan sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, Evan mulai kehilangan kontak dengan Jesslyn sekitar pukul 21.30 WIB. Saat mendatangi restoran, Evan mendapati kue yang dibeli Jesslyn masih berada di lokasi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang dihimpun pihak Evan, Jesslyn disebut dibawa secara paksa oleh orang-orang tidak dikenal. Ia diduga dibekap, matanya ditutup, lalu digendong dan dimasukkan ke dalam mobil.
Jesslyn disebut sempat memberontak, berteriak meminta pertolongan, bahkan sempat keluar dari kendaraan. Namun, ia diduga kembali didorong masuk ke dalam mobil. Evan kemudian berupaya menghubungi Jesslyn melalui telepon, surat elektronik, hingga media sosial, tetapi tidak mendapat respons. Ia juga meminta bantuan rekannya untuk melacak keberadaan ponsel Jesslyn.
Menurut pihak Evan, sinyal ponsel Jesslyn sempat terdeteksi berasal dari rumah orang tuanya di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Evan akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan mendampingi petugas melakukan olah tempat kejadian perkara di restoran. Namun, rekaman CCTV di lokasi tidak dapat diperiksa karena perangkat disebut dalam kondisi rusak. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut dan akan meminta keterangan langsung dari Jesslyn untuk memastikan apakah terdapat unsur paksaan serta dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut. (EER)