JAKARTA, AFU.ID — Polisi menyelidiki dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya yang diduga dibawa paksa oleh sekelompok pria saat menghadiri perayaan ulang tahun sang nenek di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti.
Kuasa hukum pelapor, Andi Darti, menjelaskan Jesslyn datang ke Restoran Saung Kita untuk memenuhi undangan keluarga. Saat itu seluruh persiapan acara telah rampung dan lagu ulang tahun akan segera diputar. Namun, suasana mendadak berubah ketika korban menjadi sasaran penyergapan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, mata Jesslyn tiba-tiba ditutup sebelum dua pria bertubuh besar mengangkat tubuhnya menuju sebuah mobil berwarna hitam.
Saksi juga melihat sekitar lima pria berada di lokasi dan diduga terlibat dalam aksi tersebut. Korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha keluar dari kendaraan, tetapi kembali dimasukkan ke dalam mobil sebelum kendaraan itu meninggalkan restoran. Sejak kejadian tersebut, Jesslyn tidak lagi dapat dihubungi oleh keluarga maupun rekan-rekannya.
Teman dekat korban berinisial NAH (37) kemudian melaporkan dugaan penculikan itu ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026). Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan laporan tersebut telah diterima penyidik.
Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi dan menelusuri beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban. "Betul ada laporan tersebut ke Polres Jakarta Pusat. Selanjutnya kami masih lakukan pendalaman untuk mencari fakta-faktanya," ujar Roby.
Dalam proses penyelidikan, polisi menghadapi kendala setelah pihak restoran menyampaikan kamera pengawas atau CCTV di lokasi tidak berfungsi saat kejadian. Andi mengatakan penyebab CCTV tidak dapat digunakan maupun kemungkinan kaitannya dengan dugaan penculikan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik untuk didalami. Sementara itu, polisi juga telah mendatangi apartemen korban di kawasan Pluit, Jakarta Utara, namun Jesslyn belum berhasil ditemukan.
Di tengah upaya pencarian, muncul sejumlah informasi yang masih menunggu verifikasi aparat penegak hukum. Pihak pelapor memperoleh informasi bahwa korban diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026, sedangkan pelacakan telepon selulernya justru menunjukkan lokasi terakhir di kawasan Puri Jimbaran, Pademangan, Jakarta Utara. (RAI)