Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
EO The Sounds Project Dipanggil Polisi Buntut Games Setor Hafalan Ad Dhuha Berhadiah Miras
Bagikan:
Penulis: Fandi Permana · Reporter: Fandi Permana
Ringkasan Berita
Polsek Pademangan dan Polres Metro Jakarta Utara tengah menyelidiki kasus viral yang melibatkan event The Sounds Project 2026 di Ancol, di mana pengunjung ditantang untuk menghafal surat Ad Dhuha dengan imbalan minuman keras, yang diduga mengandung unsur penistaan agama. Polisi telah melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara dan pemilik booth untuk klarifikasi, serta membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki informasi atau merasa dirugikan untuk melaporkan kejadian tersebut. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengumpulkan fakta-fakta sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Polsek Pademangan dan Polres Metro Jakarta Utara tengah menyelidiki kasus viral yang melibatkan event The Sounds Project 2026 di Ancol, Jakarta Utara (Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID- Viral kasus games setor hafalan surat Ad Dhuha di sebuah booth minuman keras dalam event The Sounds Project 2026 di Ancol beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara mulai menyelidiki video viral yang diduga memuat unsur penistaan agama di mana seorang pengunjung ditantang hafalan surat pendek Al Quran berhadiah minuman keras.
Video tersebut diduga direkam pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Kepolisian telah melakukan penyelidikan awal dengan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara acara serta pemilik booth yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. "Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penyelidikan terkait video viral dugaan penistaan agama dalam kegiatan festival musik The Sounds Project di Ancol," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Selasa.
Dalam proses penyelidikan, polisi menjadwalkan pemeriksaan atau klarifikasi terhadap sejumlah pihak yang dianggap mengetahui rangkaian kejadian tersebut. Penyidik meminta klarifikasi dari event organizer (EO) dan master of ceremony (MC) acara. Klarifikasi tersebut dilakukan untuk menggali informasi secara lebih lengkap mengenai kejadian yang kemudian videonya beredar luas di media sosial.
"Polisi juga berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth guna membantu kelancaran proses hukum serta memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penyelidikan. Setelah proses klarifikasi dilakukan, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan sebelum melakukan gelar perkara," tambahnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan arah penanganan kasus berdasarkan hasil penyelidikan dan fakta-fakta yang ditemukan kepolisian. Hingga kini, polisi masih mendalami peristiwa viralnya setor hafalan berhadiah miras yang sangat dikecam sejumlah pihak.
Kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa dirugikan atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut untuk membuat laporan.Polisi menyatakan akan memfasilitasi masyarakat yang hendak menyampaikan laporan terkait dugaan penistaan agama tersebut. (FAP)