JAKARTA AFU.ID — Produksi mobil merek China di Indonesia melonjak hampir 100 persen pada periode Januari–April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini memperlihatkan agresivitas pabrikan asal China dalam memperkuat basis produksi sekaligus memperbesar pangsa pasar industri otomotif di Indonesia.
Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, total produksi merek-merek China selama empat bulan pertama 2026 mencapai 27.939 unit. Angka tersebut meningkat 99,7 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 13.991 unit.
Dengan capaian tersebut, kontribusi produsen otomotif China terhadap total produksi kendaraan nasional naik menjadi sekitar 6,9 persen. Pada periode yang sama tahun lalu, kontribusinya masih berada di kisaran 3,8 persen.
Pertumbuhan produksi tersebut juga melampaui kenaikan industri otomotif nasional secara keseluruhan yang hanya tumbuh 9,5 persen sepanjang Januari hingga April 2026. Mayoritas kendaraan yang diproduksi berasal dari segmen mobil listrik yang kini semakin agresif dikembangkan oleh pabrikan asal China.
Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan peningkatan perakitan lokal adalah strategi pabrikan untuk menjaga harga kendaraan tetap kompetitif di tengah berkurangnya berbagai insentif impor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari pemerintah.
Menurut Yannes, lokalisasi produksi memungkinkan biaya kendaraan ditekan sehingga harga jual lebih terjangkau bagi konsumen. Kondisi tersebut sekaligus membuat persaingan di industri otomotif nasional semakin terbuka dan tidak lagi didominasi oleh merek-merek Jepang seperti selama beberapa dekade terakhir.
"Aktivitas perakitan lokal ini juga krusial untuk memberikan bukti komitmen korporasi yang mereduksi ketidakpastian konsumen atas kelangsungan layanan purnajual jangka panjang," kata Yannes. Kehadiran fasilitas produksi dinilai mampu meningkatkan kepercayaan terhadap keberlanjutan layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang.
Pertumbuhan produksi kendaraan China pada tahun ini banyak ditopang oleh merek-merek pendatang baru seperti Jaecoo dan Geely. Meski baru memasuki pasar Indonesia pada awal 2025, Jaecoo tercatat telah merakit lebih dari 11.000 unit kendaraan secara lokal.
Sementara itu, Geely membukukan produksi mendekati 5.000 unit sepanjang Januari hingga April 2026. Selain kedua merek tersebut, produsen China yang lebih dulu hadir seperti Wuling Motors dan Chery juga terus mencatatkan produksi lokal dalam jumlah signifikan di Indonesia. (ANT/RAI)