AFU.id

Laporan Keuangan Danantara Belum Terbit, Dony Oskaria Ungkap Kendalanya

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Laporan keuangan Danantara Indonesia hingga kini belum diterbitkan karena proses konsolidasi dan audit yang kompleks, seperti diungkapkan oleh COO Dony Oskaria. Proses penyusunan laporan ini melibatkan penggabungan laporan keuangan dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini berada dalam satu holding, membuatnya lebih rumit dibandingkan laporan keuangan biasa. Saat ini, laporan tersebut telah memasuki tahap pra-audit dengan bantuan konsultan, dan Dony berharap proses di tahun berikutnya akan lebih mudah setelah pola konsolidasi ditetapkan, meski ia memastikan transparansi dalam penyusunan laporan keuangan tersebut.

Laporan Keuangan Danantara Belum Terbit, Dony Oskaria Ungkap Kendalanya
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: AFU.ID/Dadhlan Robbani)

Masuk Tahap Pra-Audit

Dony menyebut proses penyusunan laporan keuangan Danantara saat ini telah memasuki tahap pra-audit. Danantara juga menggandeng konsultan untuk membantu menyusun struktur akun atau chart of accounts yang akan digunakan dalam laporan konsolidasi. Penyusunan struktur tersebut diperlukan karena laporan keuangan Danantara untuk pertama kalinya harus menggabungkan data dari berbagai BUMN dengan sistem pencatatan yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

Dony berharap proses penyusunan laporan keuangan akan lebih mudah pada tahun berikutnya. Menurut dia, Danantara akan memiliki pola yang lebih jelas setelah proses konsolidasi pertama selesai. "Kalau sudah ketemu polanya pas eliminasi dari seluruh perusahaan ini tahun berikutnya akan jauh-jauh lebih mudah," ujarnya. Meski laporan keuangan perdana belum dipublikasikan, Dony memastikan proses penyusunannya tetap dilakukan secara transparan.

Ia menegaskan tidak ada informasi yang sengaja ditutup-tutupi kepada publik. Laporan keuangan tersebut nantinya akan memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan Danantara setelah mengonsolidasikan laporan dari BUMN yang berada di bawah pengelolaannya. Sebelumnya, Danantara juga melakukan pembenahan terhadap laporan keuangan BUMN. Dalam proses tersebut, Danantara menemukan penyesuaian nilai aset atau impairment yang hampir mencapai Rp100 triliun. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi