JAKARTA, AFU.ID — Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 tim justru menjadi panggung yang memperlihatkan rapuhnya daya saing sepak bola Asia. Dari sembilan wakil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), hanya Jepang dan Australia yang berhasil menembus babak 32 besar.
Bertambahnya kuota peserta sebenarnya memberi peluang lebih besar bagi Asia. Delapan tiket putaran final berhasil diamankan, ditambah Irak yang lolos melalui playoff antarbenua. Namun, kesempatan itu gagal dimanfaatkan setelah tujuh wakil Asia tersingkir sejak fase grup.
Pencapaian tersebut bahkan lebih buruk dibandingkan Piala Dunia 2022 ketika Asia mampu mengirim tiga tim ke fase gugur, yakni Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Kali ini, hanya dua negara yang mampu bertahan. Iran menjadi tim yang paling nyaris mengikuti jejak Jepang dan Australia. Iran menutup fase grup tanpa kekalahan, tetapi gagal lolos karena kalah dalam persaingan peringkat ketiga terbaik.
"Kami adalah tim yang paling dizalimi," kata pelatih Iran Amir Ghalenoei usai timnya gagal melaju ke fase gugur meski tidak terkalahkan di fase grup, dikutip dari Antara, Sabtu (29/6/2026).
Secara keseluruhan, mayoritas tim Asia kesulitan bersaing. Sebanyak lima negara bahkan finis di posisi juru kunci grup masing-masing, yakni Qatar, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Uzbekistan. Tiga di antaranya, yaitu Irak, Yordania, dan Uzbekistan, bahkan selalu kalah dalam seluruh pertandingan fase grup.
Dari sisi permainan, tujuh tim Asia masuk dalam daftar 16 tim dengan penguasaan bola terendah di turnamen. Yordania bahkan menjadi tim dengan rata-rata penguasaan bola paling rendah di antara seluruh peserta Piala Dunia 2026.
Meski demikian, Iran tetap mencatatkan statistik yang cukup mengesankan. Tim asuhan Ghalenoei menjadi wakil Asia dengan jumlah peluang terbanyak dan nilai expected goals (xG) tertinggi. Iran menempati peringkat 16 di antara 48 tim Piala Dunia 2026. Dengan xG 4,57, Iran berada di atas Portugal, Kolombia, Maroko dan Meksiko.
Iran juga menjadi tim Asia paling produktif dalam menciptakan peluang dengan total 37 kesempatan. Namun, dalam urusan melepaskan tembakan tepat sasaran, Team Melli masih berada satu tingkat di bawah Australia dan Korea Selatan. Sementara, Arab Saudi menjadi tim Asia yang paling sedikit menciptakan peluang dengan 15 upaya, dan Irak menjadi tim yang paling sedikit membuat peluang on target, yakni hanya dua kali.
Di sisi lain, Jepang kembali menunjukkan diri sebagai tolok ukur baru sepak bola Asia. Samurai Biru tampil konsisten dengan permainan menyerang, lolos dari fase grup, dan kini bersiap menghadapi Brasil pada babak 32 besar. Keberhasilan Jepang dinilai menjadi bukti perkembangan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga konsistensi membangun sistem. (RAI)