Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah mulai menyiapkan skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan memanfaatkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai jalur distribusi. Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap konsolidasi dan ditargetkan mulai diuji coba pada Agustus 2026 di sejumlah daerah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan skema tersebut dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, Kemensos tengah menyiapkan mekanisme agar berbagai program bantuan dapat disalurkan melalui jaringan Kopdes Merah Putih yang kini terus dikembangkan pemerintah. Saat ini, Kemensos menyalurkan dua program bantuan utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Kedua bantuan tersebut nantinya akan diubah skema penyalurannya melalui gerai-gerai Kopdes Merah Putih, termasuk layanan perbankan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). "Tentu ke depan kami akan coba juga bisa disalurkan melalui Kopdes, karena di Kopdes nanti kan ada gerai-gerai. Salah satunya tentu gerai dari bank Himbara," ujar Gus Ipul. Ia menambahkan, penerapan skema baru tersebut masih dalam tahap uji coba sebelum diterapkan secara lebih luas. "Mudah-mudahan nanti targetnya, ya katanya tadi kira-kira di Agustus ini akan dicoba," katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut Kopdes Merah Putih memang dirancang sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai program, mulai dari bansos hingga barang-barang bersubsidi. Selain menjadi jalur distribusi bantuan, koperasi tersebut juga akan berfungsi sebagai pembeli (offtaker) hasil panen petani apabila harga gabah, jagung, maupun komoditas lain di pasar berada di bawah harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan pembangunan Kopdes Merah Putih terus dipercepat. Hingga saat ini, sebanyak 83.000 koperasi telah mengantongi badan hukum, sementara 15.845 koperasi telah memiliki bangunan fisik lengkap beserta gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya. Sebanyak 19.539 koperasi lain masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan siap beroperasi setelah pelatihan manajer koperasi rampung pada pekan pertama Agustus 2026. "Insyaallah bersamaan dengan selesainya pelatihan dan pendidikan bagi manajer koperasi desa, mereka akan kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai bangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapannya," ujar Ferry. (RAI)