JAKARTA, AFU.ID — Ketidakpastian geopolitik global dan ancaman ketidakstabilan ekonomi dunia nyatanya gagal meruntuhkan benteng pertahanan investasi nasional yang justru mencetak rekor pertumbuhan.
"Indonesia tetap resilien," tegas Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Secara analitis, ketahanan tersebut dibuktikan melalui lonjakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026 yang sukses menembus angka 5,61 persen.
"Pertumbuhan ekonomi tetap baik," sambungnya di Jakarta, Jumat.
Momentum positif ini dieksekusi melalui porsi investasi yang menyumbang 1,79 persen terhadap total pertumbuhan, dengan realisasi modal menembus 30,2 miliar dolar AS.
"Menciptakan 706.659 lapangan kerja," urai Rosan.
Dominasi modal asing yang dipimpin oleh Singapura dan Hong Kong tersebut terus diakselerasi pemerintah melalui pemangkasan regulasi di hadapan puluhan duta besar dalam forum diplomasi Kadin.
"Kami mencoba memotong birokrasi," janjinya memberikan jaminan kepastian hukum.
Manuver deregulasi ini dinilai mutlak mengingat orientasi korporasi global di era krisis kini telah bergeser dari sekadar mencari efisiensi menuju jaminan keamanan operasional.
"Mereka mengejar kepastian," ungkap WKU Kadin James Riady.
Stabilitas makroekonomi dan kekayaan sumber daya pada akhirnya menjadi instrumen penentu dalam menjaga daya saing serta mengunci komitmen diplomatik para investor multinasional.
"Membuat setiap pintu tetap terbuka," pungkas James optimis menatap prospek ekonomi. (ANT/NAD).