JAKARTA, AFU.ID — Immanuel Ebenezer alias Noel, melontarkan serangan terbuka kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, (27/4/2026).
Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamenaker RI) ini geram usai lembaga antirasuah Indonesia mengeluarkan 16 poin rekomendasi untuk tata kelola partai politik (parpol).
Salah satu poin rekomendasi adalah pembatasan masa jabatan ketua umum (ketum) parpol yang menurutnya telah melampaui batas kewenangan.
“Apalagi kemarin KPK sok mendikte partai, para pimpinan partai cocoknya dua periode,” ungkap Noel di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.
“Kok lembaga hukum berpolitik? Ini aneh! Itu (rekomendasi pembatasan masa jabatan ketum parpol, red) bukan domainnya,” sambungnya.
Terdakwa kasus dugaan tindak pidana pemerasan dan gratifikasi pengadaan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) ini justru secara terang-terangan menceramahi KPK mengenai moral hingga integritas penegakan hukum.
Ia bahkan menyamakan standar kerja yang digunakan oleh para pegawai lembaga penegak hukum tersebut dengan sifat-sifat keburukan iblis.
“Standar mereka saja bukan standar hukum yang mereka pakai, standar iblis, suka berbohong, licik, dan liar,” tutur Noel.
Ia pun mendesak agar KPK kembali ke marwah aslinya dan berhenti mengurusi urusan rumah tangga internal organisasi politik.
Termasuk menantang jajaran pimpinan lembaga antirasuah Indonesia untuk mendirikan kendaraan politik sendiri, apabila memang berniat mencari panggung di ranah praktis.
“KPK jangan berpolitik, urusan partai politik itu urusan partai politiknya, kalau KPK mau bikin partai, bikin partainya sendiri,” ujar Noel.
Di tengah luapan kekesalannya terhadap manuver kebijakan tersebut, Ia melempar ancaman serius untuk membongkar borok internal KPK.
Ia mengeklaim siap membeberkan identitas oknum penyidik yang kerap memeras pihak-pihak berperkara dengan memanfaatkan perantara eksternal.
“Belum lagi nanti saya bongkar lagi nih pemain-pemain penyidik yang suka memeras pakai orang ketiga atau keempat, sampaikan ke pimpinan KPK, jangan bermain-main dengan saya,” ancam Noel. (ADR/NAD)