AFU.ID, JAKARTA - Atlet-atlet nasional kebanggaan bangsa dipastikan bakal menjalani skrining kesehatan sistem jantung pada tahun 2026 ini.
Sebagai informasi, rencana tersebut berasal dari Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI).
Lalu mendapat dukungan penuh dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat bahkan telah menyatakan hal tersebut pada Senin, 9 Maret 2026.
Momen tersebut berlangsung dalam pertemuan dengan Ketua PP PERKI, yakni dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), PhD dan jajarannya.
“Menurut saya, apa yang dilakukan oleh PP PERKI sangat bagus dan membantu dalam melakukan skrining atlet, apalagi dilakukan sejak usia dini,” ungkap Taufik Hidayat.
“Ke depan, saya akan melaporkan ke Pak Menpora (Erick Thohir, red) untuk usulan tindak lanjut bentuk kerja samanya,” sambungnya.
Sementara itu, dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), PhD selaku Ketua PP PERKI menyampaikan bahwa apa yang organisasinya lakukan merupakan upaya membantu pemerintah.
Termasuk pengurus cabang olahraga (cabor) untuk bisa melakukan skrining kesehatan terhadap atlet.
Ada beberapa usulan tindak lanjut skrining kesehatan sistem jantung atlet yang PP PERKI inginkan dalam kerja sama dengan Kemenpora RI.
Salah satunya, adanya integrasi skrining kesehatan kardiovaskular atlet ke dalam sistem pembinaan atlet nasional.
“Terima kasih Pak Wamenpora atas waktunya, kami dari PP PERKI sangat peduli dan ingin membantu agar atlet-atlet kita bisa terhindar dari serangan jantung, karena itu sangat berbahaya,” tutur Ade Meidian Ambari.
“Kami berharap ada tindak lanjut kerja sama dengan Kemenpora ke depannya,” pungkas Ketua PP PERKI.