JAKARTA, AFU.ID — Timnas Spanyol mencatat sejarah baru dengan membukukan 38 pertandingan tanpa kekalahan setelah menjuarai Piala Dunia 2026. Rekor tersebut dipastikan usai La Furia Roja mengalahkan Argentina 1-0 pada final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Catatan itu menjadikan Spanyol sebagai tim dengan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional putra, melampaui Italia yang sebelumnya mengoleksi 37 pertandingan.
Berdasarkan data FIFA, Spanyol membukukan 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang sejak 2024 hingga berakhirnya Piala Dunia 2026. Sepanjang turnamen, mereka juga tampil tanpa menelan satu pun kekalahan dan hanya sekali gagal meraih kemenangan saat ditahan imbang Tanjung Verde pada laga pembuka fase grup. Setelah itu, Spanyol menyapu bersih delapan pertandingan berikutnya hingga mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya setelah edisi 2010.
Dominasi tersebut mempertegas kebangkitan La Furia Roja di panggung sepak bola dunia. Permainan berbasis penguasaan bola, umpan-umpan pendek, dan tekanan tinggi kembali menjadi identitas yang membuat Spanyol sulit ditaklukkan, bahkan oleh tim-tim elite seperti Argentina, Prancis, dan Portugal. Di balik performa impresif itu, terdapat tangan dingin seorang pelatih yang membangun fondasi tim selama lebih dari satu dekade.
Profil Luis de la Fuente
Luis de la Fuente bukan sosok yang lahir dari karier gemilang di level klub. Mantan bek Athletic Bilbao itu sempat menangani Deportivo Alaves, tetapi dipecat setelah hanya memimpin tim dalam 11 pertandingan dan menganggur selama sekitar 18 bulan. Titik balik kariernya datang pada 2013 ketika ia melihat lowongan pelatih tim U-19 Spanyol yang diumumkan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), lalu memutuskan mengajukan diri.
Keputusan tersebut mengubah perjalanan hidupnya. Meski awalnya hanya dikontrak selama tiga bulan, De la Fuente berhasil meyakinkan RFEF setelah membawa Spanyol melaju hingga semifinal Euro U-19 2013. Dua tahun kemudian, ia mengantarkan tim U-19 menjadi juara Eropa dengan generasi pemain yang kemudian menjadi tulang punggung tim senior, seperti Rodri, Unai Simon, dan Mikel Merino.
Kesuksesan itu berlanjut saat De la Fuente dipercaya menangani tim U-21 pada 2018. Bersama skuad muda Spanyol, ia mempersembahkan gelar Piala Eropa U-21 2019 dan kemudian memimpin tim U-23 meraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020. Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum ia dipromosikan sebagai pelatih tim nasional senior pada akhir 2022. Kepercayaan tersebut langsung dibayar dengan sederet prestasi. Di bawah arahannya, Spanyol menjuarai UEFA Nations League 2022/2023, Euro 2024, dan akhirnya mencapai puncak dengan menjuarai Piala Dunia 2026.
Mayoritas pemain yang mengangkat trofi di New Jersey merupakan talenta yang telah ia bina sejak level kelompok umur. Rodri menyebut De la Fuente sebagai sosok yang berperan besar dalam perkembangan generasi emas Spanyol saat ini. "Dia adalah orang yang menemukan kami, memberi kami kesempatan, membuat kami berkembang untuk memainkan sepak bola yang hebat," ujar gelandang Manchester City tersebut. Sementara De la Fuente memilih merendah dan menegaskan keberhasilan tim merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain.
Kini, Luis de la Fuente tak hanya dikenang sebagai pelatih yang mengembalikan Spanyol ke takhta sepak bola dunia setelah penantian 16 tahun. Ia juga tercatat sebagai arsitek di balik rekor 38 pertandingan tanpa kekalahan, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih tim nasional mana pun sebelumnya. Dari pelatih yang pernah kehilangan pekerjaan hingga menciptakan salah satu era paling dominan dalam sejarah Spanyol, perjalanan De la Fuente menjadi bukti kesabaran dan proses dapat menghasilkan warisan besar bagi sepak bola. (RAI)
Karier Luis de la Fuente bersama Timnas Spanyol:
2013: Ditunjuk sebagai pelatih Timnas Spanyol U-19.
2015: Juara UEFA European Under-19 Championship.
2018: Promosi menjadi pelatih Timnas Spanyol U-21.
2019: Juara UEFA European Under-21 Championship.
2021: Membawa Spanyol U-23 meraih medali perak Olimpiade Tokyo.
2022: Ditunjuk sebagai pelatih Timnas Spanyol senior menggantikan Luis Enrique.
2023: Juara UEFA Nations League 2022/2023.
2024: Juara UEFA Euro 2024.
2026: Juara Piala Dunia FIFA 2026