JAKARTA, AFU.ID — Unai Simon dinobatkan sebagai penerima FIFA Golden Glove atau Kiper Terbaik Piala Dunia 2026 setelah menjadi tembok kokoh di balik keberhasilan Spanyol menjuarai dunia. Penjaga gawang Athletic Bilbao itu hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan membantu La Furia Roja menaklukkan Argentina 1-0 pada partai final di Stadion New Jersey, Senin (20/7). Penghargaan tersebut sekaligus melengkapi dominasi Spanyol setelah Rodri meraih Golden Ball dan Pau Cubarsi menyabet Young Player Award.
Golden Glove diberikan kepada penjaga gawang terbaik berdasarkan penilaian Komisi Teknis FIFA sepanjang turnamen. Penghargaan itu sebelumnya bernama Lev Yashin Award pada edisi 1994 hingga 2006 sebagai penghormatan kepada legenda Uni Soviet, Lev Yashin, sebelum berganti nama menjadi FIFA Golden Glove sejak Piala Dunia 2010. Dengan penghargaan tersebut, Unai Simon mengikuti jejak Fabien Barthez, Gianluigi Buffon, Iker Casillas, Manuel Neuer, hingga Emiliano Martinez sebagai kiper-kiper terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Sejauh ini, hanya Oliver Kahn yang mampu menyandingkan penghargaan kiper terbaik dengan Golden Ball atau pemain terbaik turnamen saat Piala Dunia 2002, meski ketika itu Jerman harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Brasil di final.
Keputusan pelatih Luis de la Fuente mempertahankan Unai Simon sebagai kiper utama sempat memunculkan perdebatan menjelang turnamen. Pasalnya, Spanyol juga memiliki David Raya yang datang sebagai juara Liga Inggris bersama Arsenal serta Joan Garcia yang baru mengantarkan Barcelona menjuarai Liga Spanyol. Namun, pengalaman Simon di level internasional menjadi nilai tambah, ditambah kemampuannya mendistribusikan bola dari belakang dan berperan sebagai sweeper keeper yang aktif keluar dari area penalti. Karakter tersebut sangat sesuai dengan pendekatan De la Fuente yang menerapkan garis pertahanan tinggi sehingga membutuhkan kiper yang mampu memutus serangan lawan sejak awal sekaligus memulai build-up dengan akurat.
Kepercayaan tersebut dibayar lunas oleh Simon sepanjang Piala Dunia 2026. Ia membukukan tujuh clean sheet dari delapan pertandingan, terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Rekor tersebut memang terbantu dengan format baru yang diikuti 48 negara sehingga jumlah pertandingan bertambah, tetapi konsistensi Simon tetap menjadi faktor utama kokohnya lini pertahanan Spanyol. Secara keseluruhan, ia mencatat sembilan clean sheet dan tidak kebobolan selama 650 menit dari 12 pertandingan Piala Dunia yang telah dijalaninya.
Penampilan Simon juga unggul secara statistik. Ia mencatat persentase penyelamatan mencapai 90 persen dengan 10 penyelamatan sepanjang turnamen. Performanya dinilai lebih baik dibanding sejumlah kandidat lain seperti Emiliano Martinez, Mike Maignan, Jordan Pickford, Alisson Becker, Yassine Bounou, hingga Vozinha dari Tanjung Verde yang sama-sama tampil impresif bersama negaranya. Golden Glove Piala Dunia 2026 menjadi puncak perjalanan karier Unai Simon bersama tim nasional Spanyol. Setelah mengoleksi gelar Piala Eropa U-19, Piala Eropa U-21, Euro 2024, hingga Piala Dunia 2026, kiper berusia 29 tahun itu kini resmi masuk dalam daftar elite peraih penghargaan kiper terbaik dunia.
Daftar Peraih Kiper Terbaik Piala Dunia
1994 = Michael Preud’homme (Belgia - 2 Nirbobol)
1998 = Fabien Barthez (Prancis - 5 Nirbobol)
2002 = Oliver Kahn (Jerman - 5 Nirbobol)
2006 = Gianluigi Buffon (Italia - 5 Nirbobol)
2010 = Iker Casillas (Spanyol - 5 Nirbobol)
2014 = Manuel Neuer (Jerman - 4 Nirbobol)
2018 = Thibaut Courtois (Belgia - 3 Nirbobol)
2022 = Emiliano Martinez (Argentina - 3 Nirbobol)
2026 = Unai Simon (Spanyol - 7 Nirbobol)