Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengandalkan 78 rumah sakit, sekitar 250 puskesmas, dan 1.035 dokter untuk memperluas pemeriksaan dini kanker di daerah tersebut. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan jaringan fasilitas dan tenaga kesehatan itu perlu dimanfaatkan agar layanan skrining tidak hanya tersedia di rumah sakit rujukan. Selain dokter, Sumbar tercatat memiliki lebih dari 9.000 perawat.
Pemerintah daerah juga akan melibatkan perguruan tinggi dan rumah sakit rujukan dalam program tersebut. “Sumbar memiliki modal yang cukup kuat untuk mempercepat upaya deteksi dini kanker,” kata Mahyeldi di Padang, Minggu (12/7/2026). Menurut Mahyeldi, pemeriksaan sejak awal diperlukan untuk menemukan kanker sebelum berkembang ke stadium lanjut.
“Melalui skrining, kanker dapat ditemukan pada stadium awal sehingga peluang keberhasilan pengobatan jauh lebih tinggi,” ujarnya. Mahyeldi meminta Dinas Kesehatan Sumbar menyiapkan aturan untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan dini kanker. Aturan tersebut dapat berupa surat edaran maupun kebijakan lain yang dinilai diperlukan.
Pemprov Sumbar juga akan menghubungkan pemeriksaan kanker dengan program cek kesehatan gratis dari pemerintah pusat. Namun, pelaksanaannya membutuhkan koordinasi antara rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah kabupaten atau kota agar layanan tersedia di lebih banyak wilayah.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas mengatakan pemeriksaan dini perlu disertai edukasi mengenai gejala, faktor risiko, pengobatan, dan pendampingan pasien. “Melalui deteksi dini, penanganan yang tepat serta dukungan keluarga dan masyarakat, banyak penyintas kanker mampu hidup produktif dan berkualitas,” kata Dovy. (FAD)