AFU.ID, JAKARTA - Kewaspadaan penyakit campak kini menjadi prioritas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyusul temuan 58 Kejadian Luar Biasa (KLB).
Instruksi resmi pun tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/1602/2026 guna melindungi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan nasional.
Melansir website Kemenkes RI pada Senin, 30 Maret 2026, data hingga minggu ke-11 2026 menunjukkan penyebaran kasus mencakup 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi Indonesia.
Kendati tren kasus mulai menurun menjadi 177 pasien, pemerintah tetap mewaspadai risiko penularan tinggi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Penanggulangan Penyakit Andi Saguni menyampaikan bahwa perawat dan dokter memiliki intensitas kontak fisik sangat tinggi dengan pasien.
“Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” sambung Andi Saguni.
Kemenkes RI lantas menginstruksikan rumah sakit untuk segera memperkuat skrining dini, menyiapkan ruang isolasi khusus, dan memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD).
Tenaga kesehatan juga wajib disiplin menerapkan protokol pengendalian infeksi dan melaporkan setiap temuan kasus suspek dalam waktu maksimal 24 jam.
“Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek,” tutur Andi Saguni.
“Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,” tambah Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI ini.
Sebagai langkah intervensi, Kemenkes RI telah melaksanakan program imunisasi tambahan di 102 wilayah dengan sasaran utama anak usia bawah lima tahun.
Upaya mitigasi tersebut bertujuan untuk membangun kekebalan kelompok sekaligus mengurangi beban kerja tenaga medis di garda terdepan pelayanan kesehatan publik.
Sistem surveilans digital kini dioptimalkan agar setiap laporan dari daerah dapat segera ditindaklanjuti dengan tindakan medis yang tepat dan cepat.
Keberhasilan menekan KLB sangat bergantung pada kecepatan deteksi dini serta kepatuhan semua pihak terhadap standar operasional prosedur kewaspadaan penyakit campak.