JAKARTA, AFU.ID - Tangis haru anggota Pramuka penggalang asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat viral di media sosial berakhir melegakan. Setelah sempat terancam gagal berangkat akibat keterbatasan anggaran daerah, kontingen berprestasi tersebut kini dipastikan tetap dapat melenggang ke ajang Jambore Nasional di Cibubur, Jakarta.
Sebelumnya, sebuah video yang merekam tangisan para siswi Pramuka Ende beredar luas dan menyita perhatian publik. Momen tersebut terjadi saat penutupan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka NTT di Bumi Perkemahan Fatubena, Kota Kupang, pada 2 Agustus 2026. Para peserta tampak memeluk Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk, sambil memohon bantuan finansial.
"Bapak, kami mau ikut Jambore, tolong kami," ucap salah seorang siswi dalam video yang diunggah kanal Instagram @ntt_talk itu.
Ketua Kwarda NTT Sinun Petrus Manuk mengonfirmasi kebenaran video haru itu. Ia menjelaskan, kontingen Ende sempat dihinggapi ketidakpastian lantaran belum tersedianya alokasi pembiayaan untuk keberangkatan ke tingkat nasional. Padahal, para penggalang Ende mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Debat Forum Penggalang tingkat provinsi.
Ironisnya, keterbatasan anggaran sempat membuat posisi mereka berisiko digantikan oleh kabupaten lain. Akibat belum adanya kepastian ongkos, sekitar 40 anggota rombongan—yang terdiri dari peserta, pimpinan kontingen, pembina, pendamping, hingga peninjau—terpaksa memutuskan pulang terlebih dahulu ke Ende pada 3 Agustus 2026. Namun, gelombang simpati publik setelah video tersebut viral mendorong respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Ende bersama orang tua peserta.
Kedua pihak berkolaborasi memberikan dukungan dana sehingga impian para anak berprestasi ini tidak kandas. "Mereka akhirnya bisa bergabung kembali untuk mengikuti Jambore Nasional," kata Sinun.
Skema keberangkatan rombongan Ende telah disiapkan. Para peserta dijadwalkan bertolak dari Ende menuju Maumere, Kabupaten Sikka, untuk menyatu dengan kontingen utama Kwarda NTT. Sebanyak 750 peserta Kwarda Gerakan Pramuka NTT dilepas langsung oleh Gubernur NTT pada Kamis (6/8/2026) sebelum bertolak menuju Jakarta menggunakan armada kapal laut.
Sinun berharap insiden yang menimpa kontingen Ende ini menjadi momentum evaluasi agar perencanaan anggaran untuk kegiatan kepanduan di daerah dapat dipersiapkan secara matang pada masa mendatang, sehingga potensi dan prestasi anak-anak daerah tidak lagi terhalang masalah finansial. (MAR)