JAKARTA, AFU.ID — Sertifikat Pramuka Garuda dipastikan dapat digunakan sebagai salah satu syarat khusus untuk mendaftar menjadi anggota TNI, Polri, hingga masuk perguruan tinggi. Sertifikat tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka yang diberikan kepada anggota berprestasi dan telah memenuhi berbagai persyaratan kecakapan, kepemimpinan, dan pengabdian sesuai jenjangnya. Kebijakan itu diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk semakin aktif mengikuti pendidikan kepramukaan.
Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso mengatakan, anggota Pramuka Garuda memenuhi seluruh persyaratan dapat memanfaatkan jalur khusus tersebut sesuai mekanisme yang berlaku. "Setiap Pramuka Garuda tingkat Penegak yang memenuhi syarat, bila ingin menjadi polisi bisa langsung tanpa tes. Ke TNI juga begitu, termasuk perguruan tinggi, dan sekarang itu sudah berjalan," kata Budi usai berziarah ke Makam Bung Karno, Blitar, Selasa (4/8/2026). Ia menambahkan, sistem seleksi bagi pemegang sertifikat Pramuka Garuda telah disempurnakan agar memiliki standar penilaian yang jelas.
Menurutnya, pendidikan kepramukaan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masa depan anggotanya. Nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan menjadi bekal penting yang diakui berbagai institusi. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan kepramukaan, lanjut Budi, masih tergolong tinggi. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Jambore Nasional tahun ini yang diikuti sekitar 24 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Ia menilai proses seleksi Pramuka Garuda menjadi wadah untuk menjaring anggota terbaik mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
Selain membuka jalur khusus menuju TNI, Polri, dan perguruan tinggi, pendidikan kepramukaan juga akan diterapkan secara utuh di Sekolah Rakyat atas arahan Presiden. Program tersebut rencananya melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil) sebagai pelatih untuk memberikan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kedisiplinan, dan berbagai keterampilan lainnya. Budi menyebut rencana itu telah dibahas bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Selain itu, Budi menyebut anggapan Pramuka sudah tidak lagi relevan muncul karena masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat pendidikan kepramukaan. Karena itu, Kwarnas tengah menyiapkan berbagai sarana sosialisasi, mulai dari film bertema Pramuka, platform digital Ayo Pramuka, hingga konten edukatif di media sosial. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkenalkan wajah baru Gerakan Pramuka sekaligus meningkatkan minat generasi muda untuk bergabung. (RAI)