JAKARTA AFU.ID — Sejumlah pedagang di Taman Puring menolak rencana Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang ingin membangun taman difabel. Penolakan itu muncul karena para pedagang masih menunggu realisasi janji revitalisasi pasar pascakebakaran yang sebelumnya disampaikan pemerintah.
"Baru dengar kalau akan dijadikan taman difabel. Sedangkan kami itu sangat berharap selama sembilan bulan di sini, dengan kondisi janjinya Pak Gubernur itu akan dibangun lagi," kata Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, saat ditemui di Jakarta, Rabu, (20/5/2026).
Asmun mengaku baru mengetahui informasi rencana pembangunan taman difabel tersebut dari pemberitaan media daring.
Padahal, sejak kebakaran terjadi sembilan bulan lalu, para pedagang mengaku mendapat informasi bahwa kawasan itu akan direvitalisasi menjadi pasar yang baru.
"Kami sangat senang terkait itu sampai bertahan sembilan bulan, setelah disuruh bongkar baik-baik akan dibangun. Ya, karena pak Gubernur janjinya seperti itu," kata dia.
Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun memberikan keterangan kepada wartawan, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Apalagi di tengah kondisi yang serba terbatas, para pedagang membangun tenda secara mandiri agar aktivitas jual beli tetap berjalan.
Dengan demikian, para pedagang menegaskan menolak adanya rencana alih fungsi kawasan menjadi taman difabel.
Mereka berharap pemerintah tetap mempertahankan identitas Taman Puring sebagai kawasan legendaris yang telah menjadi sumber penghidupan selama puluhan tahun.
Pedagang meminta pemerintah merealisasikan revitalisasi Pasar Taman Puring sesuai komitmen awal yang disampaikan setelah kebakaran terjadi.
“Kami hanya meminta sesuai janji awal saja, pasar ini direvitalisasi dan dibangun kembali menjadi pasar,” kata dia.
Saat ini, ada 180 pedagang yang masih bertahan di lokasi bekas kebakaran pada Senin (28/7/2025). Sebelum insiden terjadi, Pasar Taman Puring dihuni lebih dari 500 pedagang.
Adapun usulan pembangunan taman difabel dan disabilitas itu disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar saat peresmian Kantor Kecamatan Kebayoran Baru sekaligus Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda.
“Bapak Gubernur, kalau diizinkan, saya mau bikin taman disabilitas, supaya di Jakarta Selatan ada, kita buat di situ (Taman Puring),” kata Anwar.
Dalam kesempatan itu, dia turut melaporkan pihaknya sudah melakukan penataan di kawasan tersebut.
Dia mengatakan para pedagang juga sudah pindah dengan sendirinya, sehingga pihaknya dapat segera meratakan lokasi tersebut.
“Pedagang, Alhamdulillah, pindah dengan sadar, bongkar sendiri. Hari ini kita mulai meratakan. Insya Allah, kita kembalikan refungsi menjadi taman kurang lebih 3.000 meter,” kata dia. (ANT/RAI)