Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran melanda sebuah rumah bertingkat di kawasan Jalan Pademangan II, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, pada Jumat malam. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Saat tiba di tempat, api sudah dalam kondisi membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan rumah. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan kebakaran sumber api berasal dari instalasi listrik di dalam rumah.
Api pertama kali terlihat muncul dari bagian dalam rumah sebelum dengan cepat membesar dan melahap bangunan. Warga yang menyaksikan kejadian itu segera melaporkan insiden tersebut kepada petugas pemadam kebakaran agar api tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas ke lokasi kejadian.
Petugas pemadam kebakaran kemudian mengerahkan kekuatan penuh untuk proses penanganan. Sebanyak 14 unit mobil pemadam dan sekitar 80 personel diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif guna mencegah api menjalar ke rumah-rumah lain yang berada di kawasan padat penduduk tersebut. Petugas juga melakukan penyekatan area agar api tidak meluas.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api telah membakar sebagian besar bangunan saat petugas tiba di lokasi. Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan secara bertahap. Setelah lebih dari dua jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. "Aksi pemadaman dimulai pukul 19.17 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 21.13 WIB," kata Gatot di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Usai api berhasil dikendalikan, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, seluruh penghuni rumah berhasil diselamatkan. Rumah tersebut diketahui dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total enam orang.
Pascakejadian, Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik. Warga juga disarankan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah serta menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi dini. (ANT/RAI)