AFU.ID, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta selama periode Imlek maupun Idulfitri 2026, menunjukkan kinerja yang sangat baik dan solid.
Kondisi tersebut ditandai dengan perputaran uang yang masif dan lonjakan aktivitas konsumsi masyarakat di berbagai sektor usaha.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa capaian tersebut berkat keberhasilan program Jakarta Festive Wonders (JFW) 2026.
Program yang melibatkan 101 pusat perbelanjaan tersebut berhasil menghasilkan total transaksi sebesar Rp67,5 triliun selama Maret 2026.
“Melibatkan 101 pusat perbelanjaan di Jakarta melalui dekorasi tematik dan diskon yang menarik, program ini menghasilkan total transaksi sebesar 67,5 triliun rupiah,” ungkap Gubernur Pramono pada Selasa, 31 Maret 2026.
Sektor pariwisata dan transportasi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap angka pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada awal tahun 2026.
Program Mudik ke Jakarta mencatatkan transaksi lebih dari Rp20 miliar melalui kolaborasi dengan maskapai penerbangan serta pihak perhotelan.
Tingginya aktivitas belanja masyarakat berdampak langsung pada realisasi penerimaan pajak daerah yang mencapai 100,28% dari target.
Total penerimaan pajak pada triwulan pertama tahun 2026 tercatat sebesar Rp7,3 triliun yang mendukung keberlanjutan pembangunan kota.
“Sementara itu, realisasi penerimaan retribusi daerah juga sesuai target, yakni sebesar 113,4 miliar rupiah,” tutur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta.
Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menjaga kelancaran arus logistik untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi pascalebaran.
Lahan seluas lima hektare di Terminal Tanah Merdeka disediakan sebagai area parkir gratis bagi kendaraan logistik pelabuhan.
Kebijakan tersebut sebagai langkah antisipatif agar tak terjadi penumpukan kendaraan di badan jalan kawasan Tanjung Priok.
Fasilitas tanpa pungutan retribusi tersebut diberikan selama satu pekan, mulai 30 Maret 2026 untuk menjamin kelancaran pendistribusian barang.
“Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di badan jalan seperti yang pernah terjadi,” ujar Gubernur DKI Jakarta.
Terakhir, Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas kelancaran arus mudik.
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan seluruh warga yang beraktivitas di Jakarta.