AFU.id

Modal Asing Kabur Rp61 Triliun, IHSG Anjlok Sepertiga Lebih dan Jadi yang Terburuk di Dunia

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Paruh pertama 2026 menjadi periode terberat bagi pasar modal Indonesia dalam 20 tahun ke belakang. Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali tahun ini dengan optimisme tinggi.Ya, indeks mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada akhir Januari 2026. Nilainya menyentuh angka 9.134,70 yang menjadi sejarah baru dalam bursa saham tanah air.Namun hanya dalam hitungan bulan, situasinya mengalami pembalikan arah yang sangat ekstrem. Bahkan, terperosok ke posisi juru kunci dalam peta investasi global.

Modal Asing Kabur Rp61 Triliun, IHSG Anjlok Sepertiga Lebih dan Jadi yang Terburuk di Dunia
Ilustrasi IHSG yang anjlok 35,30% sepanjang 2026 dengan Rp61 triliun modal asing kabur, sehingga menjadi bursa berkinerja terburuk di dunia. (Foto: Gemini AI)

Rangking Bursa Saham Utama Dunia

Berikut Redaksi AFU.ID sajikan rangking bursa saham utama dunia berdasarkan kinerja YTD per Senin, 8 Juni 2026:

  1. Hong Kong (Hang Seng Index/HSI): +14,50%;

  2. Jepang (Nikkei 225): +12,20%;

  3. Amerika Serikat (S&P 500): +10,80%;

  4. Amerika Serikat (Nasdaq Composite): +9,50%;

  5. India (Nifty 50): +8,90%;

  6. Taiwan (Taiwan Weighted): +8,10%;

  7. Amerika Serikat (Dow Jones Industrial): +7,40%;

  8. India (BSE Sensex): +7,00%;

  9. Inggris (FTSE 100): +5,50%;

  10. Jerman (DAX): +4,80%;

  11. Uni Eropa (Euro Stoxx 50): +3,90%;

  12. Spanyol (IBEX 35): +3,20%;

  13. Belanda (AEX): +2,70%;

  14. Kanada (S&P/TSX Composite): +1,80%;

  15. Australia (S&P/ASX 200): +1.10%;

  16. Prancis (CAC 40): -0,50%;

  17. Swiss (SMI): -1,20%;

  18. Italia (FTSE MIB): -1,80%;

  19. Singapura (Straits Times Index/FTI): -2,40%;

  20. Malaysia (FBM KLCI): -3.10%;

  21. Tiongkok (Shanghai Composite): -4,50%;

  22. Tiongkok (SZSE Component): -5,20%;

  23. Arab Saudi (Tadawul All Share): -6,00%;

  24. Swedia (OMXS30): -6,80%;

  25. Belgia (BEL 20): -7.30%;

  26. Austria (ATX): -8,10%;

  27. Meksiko (S&P/BMV IPC): -9,50%;

  28. Brasil (Bovespa): -11,30%;

  29. Thailand (SET Index): -13,40%;

  30. Filipina (PSEi): -15,80%;

  31. Vietnam (VN-Index): -18,20%;

  32. Korea Selatan (KOSPI): -21,50%;

  33. Turki (BIST 100): -25,40%;

  34. Rusia (MOEX Russia Index): -29,80%;

  35. Indonesia (IHSG/IDX Composite): -35,30%;

  36. Busa Utama Lain (Indeks Pembanding Global): -39,10%.

Saham Besar Bertumbangan

Kerusakan yang pasar modal Indonesia alami terjadi secara merata di seluruh sektor industri. Adapun sektor infrastruktur, properti, teknologi, dan keuangan mengalami pukulan paling telak sepanjang paruh pertama 2026.

Penyebab utama kejatuhan sektor-sektor tersebut adalah bertumbangannya valuasi saham-saham berkapitalisasi pasar raksasa (big cap). Padahal, mereka lah yang selama ini bertindak sebagai jangkar pertahanan indeks. Tapi, investor asing melakukan penjualan masif dengan mengincar sektor perbankan dan komoditas utama.

Kehancuran sistemis saham-saham penggerak utama indeks tersebut pun mengonfirmasi adanya krisis kepercayaan yang mendalam di kalangan pengelola dana global terhadap fundamental pasar modal Indonesia.

Berikut Redaksi AFU.ID sajikan rangkuman kinerja lima sektor saham penggerak IHSG di BEI sepanjang 2026:

1. Infrastruktur

  • Kinerja Sektoral Q1-2026: -28,02%;

  • Katalis Tekanan Utama: Kenaikan biaya modal (cost of capital) akibat yield Surat Utang Negara (SUN) yang tinggi.

2. Properti

  • Kinerja Sektoral Q1-2026: -21,47%;

  • Katalis Tekanan Utama: Pelemahan daya beli domestik dan pengetatan likuiditas perbankan.

3. Teknologi

  • Kinerja Sektoral Q1-2026: -20,46%;

  • Katalis Tekanan Utama: Penghindaran risiko global terhadap emiten ber-arus kas negatif.

4. Konsumer Primer

  • Kinerja Sektoral Q1-2026: -19,91%;

  • Katalis Tekanan Utama: Lonjakan biaya bahan baku impor akibat depresiasi rupiah ekstrem.

5. Keuangan

  • Kinerja Sektoral Q1-2026: -12,55%;

  • Katalis Tekanan Utama: Kompresi margin bunga bersih (NIM) akibat kurva yield terbalik.

Berikut Redaksi AFU.ID sajikan rangkuman kinerja sejumlah saham besar penggerak IHSG di BEI sepanjang 2026:

1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

  • Harga Saham (5 Juni 2026): Rp9.525,00;

  • Kinerja Tahunan (Y-on-Y): -51,83%;

  • Bobot Tekanan Sentimen: Perubahan sepihak royalti tambang.

2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

  • Harga Saham (5 Juni 2026): Rp5.075,00;

  • Kinerja Tahunan (Y-on-Y): -44,23%;

  • Bobot Tekanan Sentimen: Outflow rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) USD162,6 juta.

3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

  • Harga Saham (5 Juni 2026): Rp2.740,00;

  • Kinerja Tahunan (Y-on-Y): -33,98%;

  • Bobot Tekanan Sentimen: Tekanan biaya dana (cost of fund) bank.

4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

  • Harga Saham (5 Juni 2026): Rp3.210,00;

  • Kinerja Tahunan (Y-on-Y): -28,98%;

  • Bobot Tekanan Sentimen: Rotasi aset investor ke instrumen bebas risiko.

5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

  • Harga Saham (5 Juni 2026): Rp3.840,00;

  • Kinerja Tahunan (Y-on-Y): -26,86%;

  • Bobot Tekanan Sentimen: Kekhawatiran penurunan margin bunga bersih.

6. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

  • Harga Saham (5 Juni 2026): Rp2.760,00;

  • Kinerja Tahunan (Y-on-Y): -5,15%;

  • Bobot Tekanan Sentimen: Menunggu kejelasan spin off aset fiber.

7. PT United Tractors Tbk (UNTR)

  • Harga Saham (5 Juni 2026): Rp21.250,00;

  • Kinerja Tahunan (Y-on-Y): -1,05%;

  • Bobot Tekanan Sentimen: Pelemahan aktivitas sektor riil domestik.

8. PT Astra International Tbk (ASII)

  • Harga Saham (5 Juni 2026): Rp4.570,00;

  • Kinerja Tahunan (Y-on-Y): -0,65%;

  • Bobot Tekanan Sentimen: Penurunan penjualan otomotif nasional. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi