JAKARTA, AFU.ID — Harapan warga menikmati perbaikan lebih luas di ruas Jalan Kunduran–Blora harus tertunda. Anggaran yang sebelumnya disiapkan sekitar Rp14 miliar kini dipangkas menjadi hanya Rp2 miliar. Akibatnya, pekerjaan akan difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai paling mendesak.
Perubahan anggaran tersebut membuat Balai Pengelolaan Jalan Purwodadi harus menyusun ulang desain pekerjaan. Rencana awal yang disiapkan untuk menangani kerusakan sepanjang sekitar satu kilometer tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya dengan anggaran terbaru. Kondisi jalan di sejumlah titik diketahui mengalami lubang, retakan beton, serta permukaan bergelombang yang berisiko bagi pengendara.
Pelaksana Tugas Subkoordinator Wilayah II BPJ Purwodadi, Andila, mengatakan pengurangan dilakukan karena banyak kabupaten lain yang juga mengusulkan perbaikan jalan provinsi. Anggaran yang tersedia kemudian dibagi agar penanganan dapat dilakukan lebih merata di berbagai daerah. “Ruas Kunduran–Blora nanti akan diubah DED-nya karena anggarannya hanya Rp2 miliar,” kata Andila (28/07/26).
Pemangkasan hanya berlaku untuk ruas Kunduran–Blora, sedangkan anggaran penanganan Jalan Singget–Doplang–Cepu dan Todanan–Ngawen masih mengikuti rencana sebelumnya. BPJ akan kembali memetakan lokasi yang harus lebih dahulu diperbaiki berdasarkan tingkat kerusakan dan risiko bagi pengguna jalan. Perbaikan permanen berupa betonisasi tetap akan diusulkan pada titik yang dinilai tidak cukup ditangani dengan tambal sulam.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut anggaran sekitar Rp14,7 miliar telah tersedia untuk memperbaiki Jalan Kunduran–Blora pada 2026. Dana tersebut direncanakan untuk menangani titik-titik rusak di jalur yang ramai digunakan warga dan kendaraan pengangkut hasil pertanian maupun perdagangan. Penyusunan desain serta rencana anggaran bahkan sempat dipercepat agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai.
Perubahan itu membuat pengerjaan jalan harus dilakukan secara bertahap dan belum dapat menjangkau seluruh titik rusak dalam waktu bersamaan. BPJ Purwodadi masih akan mengusulkan tambahan penanganan berdasarkan kondisi di lapangan. Warga kini harus menunggu kepastian titik mana yang lebih dahulu diperbaiki melalui anggaran yang tersisa. (RHU)