JAKARTA, AFU.ID - Kawasan Stasiun Kota terkena dampak pembangunan MRT Fase 2, yang titik proyeknya berlokasi di Jalan Pintu Besar Selatan dan Simpang Asemka. Kegiatan tersebut berdampak pada perubahan arus lalu lintas (lalin) di kawasan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.
Kemudian, di Jalan Pintu Besar Selatan, lalu lintas dari utara ke selatan menggunakan sisi barat hingga Simpang Asemka. Sementara akses sisi timur melintasi area barat menuju Jalan Hayam Wuruk, khusus bagi bus Transjakarta dan akses bangunan. Selanjutnya di simpang Asemka, pengendara dari barat ke timur maupun sebaliknya melewati lajur sisi utara area proyek pembuatan terowongan dengan penyesuaian geometrik jalan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, pembangunan akan memakan waktu 5 bulan lebih 5 hari, dari 10 Agustus 2026 sampai 15 Januari 2027. Adapun bangunan di sisi barat tetap dapat diakses melalui satu lajur yang ada sebelumnya. Jika terjadi kepadatan, ruas ini dibuka untuk kendaraan umum.
Di area Stasiun Glodok, rekayasa dilakukan dengan mengalihkan sistem contra flow dari Jalan Gajah Mada ke sebagian Jalan Hayam Wuruk karena pergeseran area kerja ke sisi barat. "Akses ke gedung sisi barat tetap disediakan satu lajur," kata Budi.
Dishub DKI mengimbau pengguna jalan untuk mengandalkan rute alternatif, mematuhi rambu dan petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan. "Pelaksana proyek bertanggung jawab penuh atas keamanan para pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung," kata Budi. (FAH)
Rincian Rekayasa Lalu Lintas:
Stage 4.1 (10 Agustus – 9 September 2026): Penerapan contra flow di Jalan Hayam Wuruk.
Stage 4.2 (10 September – 9 Oktober 2026): Akses Jalan Kemurnian VI ditutup untuk pembangunan pintu masuk stasiun dan dialihkan melalui kawasan Hotel Novotel.
Stage 4.3 (10 Oktober 2026 – 17 Mei 2027): Akses Jalan Kemurnian VI dibuka kembali. Sebaliknya, akses Hotel Novotel ditutup. Sementara akses menuju Maxim, Jhony Steak, dan Klinik JMB dialihkan melalui Jalan Kemurnian VI dengan sistem buka-tutup.