JAKARTA, AFU.ID — Program Ekspedisi Patriot dari Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (Kementrans RI) berhasil menarik minat ratusan ribu pelajar nasional.
Melansir website Kementrans RI pada Minggu (24/5/2026), jumlah peminat Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mencapai 165.361 orang.
“Mereka adalah pelajar berasal dari 1.440 perguruan tinggi dalam dan luar negeri,” ungkap Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI, M Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Mentrans Iftitah menyampaikan, peminat dari universitas internasional adalah Monash University, The University of Melbourne, University of Manchester, University of Glasgow, King’s College London, Ohio University, Universiti Utara Malaysia, dan masih banyak lagi.
Ia menyebut, 95% peserta telah melengkapi berkas administrasi dan 84,5% di antaranya berhasil terverifikasi.
Dari total peminat tersebut, sebanyak 6.178 orang telah mendaftar dan memenuhi syarat kelengkapan administrasi.
Kementrans RI bersama perguruan tinggi mitra selanjutnya akan menyeleksi menjadi 1.230 anggota TEP 2026.
Yang mana, 1.230 peserta TEP 2026 diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi pada 2026, terutama di wilayah Indonesia Timur.
“Terjadi peningkatan signifikan menjelang akhir masa pendaftaran, yang mencerminkan semakin kuatnya generasi muda untuk hadir langsung membangun Indonesia,” tutur Mentrans Iftitah.
“Sekaligus menandakan partisipasi peminat yang tidak hanya berasal dari 10 perguruan tinggi terkemuka dalam negeri, tetapi juga dari berbagai universitas luar negeri,” sambungnya.
M Iftitah Sulaiman Suryanagara lantas menyatakan, Ekspredisi Patriot telah berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas kampus maupun daerah.
Dengan tujuan utamanya memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui teknologi tepat guna, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hilirisasi komoditas, hingga pembangunan infrastruktur dasar masyarakat.
“Kami mencatat, keberlanjutan program Tim Ekspedisi Patriot 2025 telah menghasilkan lebih dari 400 rekomendasi pembangunan kawasan transmigrasi,” ujar Mentrans Iftitah.
“Ada pula berbagai publikasi ilmiah, artikel jurnal, kajian kawasan, dan model teknologi tepat guna,” tambahnya.
Kolaborasi antara Kementrans RI dengan perguruan tinggi juga berhasil menghimpun dukungan pendanaan non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai miliaran rupiah.
Dukungan pendanaan tersebut berasal dari dana mandiri kampus, hibah penelitian, dan kemitraan dengan berbagai lembaga. (ADR)