AFU.id

25 Ton Ikan di Danau Gunung Batur Mati Misterius, Masyarakat Diimbau Tidak Mendekat Ada Gas Beracun

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Sebanyak 25 ton ikan di Danau Batur, Bali, mati mendadak setelah terjadi letupan gas berbau belerang, diduga akibat pelepasan gas beracun dari dasar danau yang dipicu oleh fenomena alami, bukan aktivitas vulkanik. Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa percampuran massa air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut, yang berakibat pada kematian massal ikan. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati kawasan tersebut dan selalu mengikuti informasi resmi terkait kondisi danau dan Gunung Batur, yang saat ini masih berstatus normal.

25 Ton Ikan di Danau Gunung Batur Mati Misterius, Masyarakat Diimbau Tidak Mendekat Ada Gas Beracun
Fenomena 25 ton ikan di Danau Batur mendadak mati, diduga karena gas beracum. (FOTO AFUID)

Sebelumnya, ribuan ikan nila, termasuk ikan dalam keramba milik pembudidaya, ditemukan mati sejak Senin (20/7) sekitar pukul 03.30 WITA. Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli I Wayan Agus Wirawan mengatakan hingga Jumat (24/7), jumlah ikan mati yang telah terdata mencapai sekitar 25 ton. "Itu yang baru tercatat ada 25 ton ikan mati. Kalau total secara keseluruhan hingga saat ini jumlah ikan yang mati itu kami belum berani memastikan," kata Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli Wayan Sarma mengatakan pendataan kerugian masih berlangsung karena semburan gas berbau belerang belum sepenuhnya berhenti. Pemerintah daerah masih menghitung total ikan yang mati akibat fenomena tersebut. Atas kejadian itu, masyarakat diimbau tidak mendekat ke lokasi. (EER)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi