JAKARTA, AFU.ID — Nanik S Deyang mengaku lebih dulu menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum memutuskan mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan itu diambil setelah ia harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Menurut Nanik, Presiden akhirnya menerima pengunduran dirinya setelah mengetahui kondisi kesehatannya.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik mengatakan keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Ia mengaku harus berpamitan kepada Presiden dengan "beribu maaf" karena merasa tidak dapat lagi menjalankan tugas secara optimal selama menjalani proses pengobatan. Nanik mengungkapkan, alasannya berobat ke luar negeri bukan karena tidak mempercayai kemampuan dokter di Indonesia. Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk memperoleh pendapat medis kedua atau second opinion terkait kondisi jantung yang dialaminya.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui," tulis Nanik dalam unggahan Facebook, Rabu (22/7/2026). Meski telah melepas jabatannya, Nanik mengungkapkan, Presiden tetap memintanya ikut mengawasi Badan Gizi Nasional. Ia menyebut Prabowo berencana membentuk dewan pengawas, di mana dirinya diminta menjadi ketua. Dengan nada bercanda, Nanik mengaku masih sanggup "mencereweti" jika melihat penyimpangan, asalkan tidak lagi berurusan dengan pengelolaan keuangan.
Nanik juga menegaskan pengunduran dirinya tidak mengurangi dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Menurutnya, selama 14 tahun mendampingi Prabowo, ia memahami program tersebut bertujuan memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia, bukan memiliki kepentingan politik seperti yang kerap dituduhkan. Ia bahkan menilai sasaran utama program yang masih didominasi balita hingga siswa sekolah dasar menjadi bukti bahwa MBG tidak berkaitan dengan agenda Pemilu 2029.
Selain meningkatkan kualitas gizi, Nanik menyebut MBG juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia mencontohkan saat program berhenti selama tiga pekan karena libur sekolah, banyak petani, peternak, hingga pedagang pasar mengeluhkan hasil produksi mereka tidak terserap sehingga harga komoditas turun dan sebagian harus dibuang. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat melihat MBG sebagai program yang memberi manfaat bagi kesehatan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengklaim telah meletakkan fondasi pembenahan di tubuh BGN. Ia menyebut telah mengganti lima pejabat eselon I dari sejumlah kementerian dan lembaga serta membentuk 11 tim reformasi untuk membenahi pelaksanaan MBG, mulai dari evaluasi penerima manfaat, penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga penguatan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nanik juga mengisyaratkan penggantinya merupakan sosok yang sudah dikenalnya dengan baik sehingga, menurutnya, ia masih bisa memberikan masukan apabila di kemudian hari menemukan hal yang tidak berjalan semestinya. (RAI)