JAKARTA, AFU.ID - Situasi di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya masih panas. Sejak pagi, aparat kepolisian dari Korps Brigade Mobil (Brimob) disiagakan menjaga di sekitar kawasan Polda Metro. Dari pantauan AFU.ID, penjagaan ketat terutama dilakukan di lokasi sekitar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus), tempat penyidikan kasus yang diduga melibatkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Fbrie Adriansyah dilaksanakan.
Sejumlah polisi bersiaga dengan menyandang senjata di dua tenda yang berdiri di sisi kanan pintu masuk Krimsus Polda. Meski penjagaan ketat, hingga Kamis (9/7/2026), belum ada pernyataan apapun dari para petinggi di Polda maupun Polri terkait masalah ini. Khususnya, terkait kehadiran aparat TNI dalam proses penggeledahan di beberpa tempat termasuk Cafe de' Clan, maupun ke Mapolda Metro Jaya pada dini hari.
Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Jhonny Edison Isir yang keluar dari gedung Krimsus, pukul 15:18 WIB, berlalu tanpa banyak bicara. Ia langsung menuju mobilnya diiringi banyak pertanyaan dari wartawan. "Nanti dijadwalkan ya," ujar Jhonny menghadapi cecaran pertanyaan para wartawan.
Ketegangan memang masih meninggi di insitusi Polri maupun Kejaksaan Agung. Penjagaan aparat TNI di rumah Jampidsus pun masih ketat. Terkait hal ini, Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, meminta Presiden Prabowo Subianto segera turun tangan mengatasi masalah yang menghinggapi dua lembaga penegak hukum tersebut.
Terlebih, dalam masalah ini institusi TNI juga ikut melibatkan diri. Mulai dari menjaga rumah Febrie Adriansyah, sampai yang paling menegangkan, mendatangi Mapolda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) dini hari, meski keterlibatan TNI belakangan dibantah Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas.
"Ketika institusi penegak hukum saling berhadapan, dan salah satunya memanggil kekuatan bersenjata negara untuk melindungi orangnya sendiri, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar kasus korupsi, tetapi tata kelola negara hukum itu sendiri," kata Guntur Romli, dalam unggahannya di akun instagram pribadinya.
Guntur mempertanyakan keterlibatan pihak TNI untuk menjaga rumah dinas Jampidsus Febrie Adriansyah yang disebut ikut terseret dalam penyidikan perkara tersebut. "Bukan mengamankan bukti, bukan menjaga penyidik, melainkan menjaga rumah pejabat yang namanya sendiri terseret dalam penyidikan itu. Ini bukan kebetulan," tegas Guntur.
Mengamati perkara ini, Guntur Romli menilai, saat ini, supremasi sipil terhadap militer sedang diuji. Pasalnya, TNI tidak memiliki mandat konstitusional untuk berpihak dalam sengketa antar-lembaga penegak hukum sipil. Penjagaan rumah Jampidsus yang diduga terlibat suatu perkara oleh TNI, dinilai Guntur berpotensi memunculkan dugaan adanya upaya menghalangi proses hukum atau obstruction of justice.
Dia juga mempertanyakan sikap diam dari pimpinan Kejaksaan Agung, TNI, dan Polri terkait hal ini. Diamnya pimpinan lembaga terkait memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas. "Kalau ini digiring menjadi pertarungan polisi, TNI, dan kejaksaan secara lembaga dalam penanganan kasus korupsi, maka yang akan jadi korban adalah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi itu sendiri. Presiden harus turun tangan dan menyelesaikan masalah ini," tegas Guntur Romli.
Desakan agar Presiden Prabowo turun tangan mengatasi masalah ini juga datang dari Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki. Presiden, ujar Masduki, perlu memastikan pemberantasan korupsi tetap berjalan tanpa diwarnai konflik penegak hukum.
"Dalam situasi semacam ini, menurut saya, Pak Prabowo harus segera turun untuk menegaskan bahwa tindakan-tindakan korupsi di kedua lembaga, kejaksaan, kepolisian, tetap harus diproses," kata Masduki, seperti dikutip Suara.com.
Terkait desakan ini, Presiden Prabowo sendiri dikabarkan akan memanggil Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, serta Wakil dan Kepala BAIS. Terkait pemanggilan pihak BAIS dikabarkan terkait dengan ikut turun tangannya Direktur C BAIS Brigjen Wahyo Yuniarto saat puluhan aparat TNI mendatangi Markas Polda Metro.
Isu yang beredar menyebutkan, Prabowo marah lantaran tidak diberi laporan terkait penggeledahan itu. Namun saat ini Prabowo masih menuntaskan agendanya meresmikan peluncuran Biosolar B50 di Rest Area Km 57, Karawang, Jawa Barat.
Belum dipastikan apakah pemanggilan para petinggi lembaga penegak hukum dan TNI ini akan dilakukan usai agenda tersebut. Pasalnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri, juga dikabarkan masih berada di Riau sejak Rabu (8/7/2026) terkait peresmian pembangungan 80 jembatan Merah Putih Presisi Tahap II.
MAR