AFU.id

Presiden Prabowo Tegaskan Politik Adu Domba Jadi Ancaman Geopolitik, Nonblok Jadi Benteng Diplomasi

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa politik adu domba merupakan ancaman serius bagi Indonesia, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam di tengah ketegangan geopolitik global. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan politik luar negeri nonblok sebagai fondasi diplomasi untuk menjaga stabilitas dan persatuan bangsa, serta meningkatkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia. Prabowo juga mengingatkan bahwa tantangan geopolitik tidak hanya datang dari konfrontasi militer, tetapi juga dari fragmentasi politik yang dapat memecah persatuan bangsa.

Presiden Prabowo Tegaskan Politik Adu Domba Jadi Ancaman Geopolitik, Nonblok Jadi Benteng Diplomasi
Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan politik adu domba sangat mengancam kekayaan SDA Indonesia kepada pengurus Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Politik Adu Domba dan Politik Luar Negeri Nonblok

Presiden Prabowo menyatakan, politik adu domba dapat diantisipasi melalui konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Yang mana, sikap itu membuat negara kita tidak berpihak kepada kekuatan manapun di dunia. Ia menegaskan, prinsip nonblok tetap menjadi fondasi diplomasi dalam membangun hubungan dengan seluruh negara.

Pendekatan tersebut ditempuh melalui penguatan hubungan bertetangga yang baik, dialog, dan rekonsiliasi sebagai instrumen utama menjaga stabilitas kawasan. Pemerintah RI juga menilai sikap netral memberikan ruang yang lebih besar untuk membangun kerja sama tanpa terseret rivalitas geopolitik global. “Saya kemana-mana menegaskan Indonesia itu netral, we are neutral, kita hormati semua kekuatan,” ujar Prabowo Subianto.

Presiden RI lantas menjelaskan, konsistensi menjalankan politik luar negeri nonblok telah meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia. Kepercayaan itu tercermin dari semakin besarnya harapan berbagai negara agar Indonesia dapat berperan membuka ruang dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan global. “Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan tetangga kita, saya berusaha untuk rekonsiliasi dan memberi pendekatan,” paparnya.

Ancaman terhadap kekayaan SDA Indonesia tak selalu hadir melalui konfrontasi militer, melainkan dapat muncul melalui fragmentasi politik dan persaingan kepentingan yang memecah persatuan bangsa. Oleh karenanya, kewaspadaan terhadap politik adu domba perlu berjalan seiring dengan penguatan diplomasi nonblok. Hal itu agar Indonesia tetap mampu melindungi kepentingan nasional, tanpa kehilangan posisi strategis di tengah perubahan tatanan geopolitik dunia. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi