AFU.id

Sekolah Rakyat Sambut 28.478 Siswa Baru TA 2026/2027, Wajib Ikut MPLS 19 Hari

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Sekolah Rakyat menyambut 28.478 siswa baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027, yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, dengan total peserta didik mencapai 43.346 orang. Seluruh siswa berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, tanpa menggunakan tes akademik dalam penerimaan. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dilaksanakan secara bertahap selama 19 hari, diikuti dengan matrikulasi, dengan penekanan pada kesiapan sarana dan prasarana serta prinsip ramah anak tanpa toleransi terhadap kekerasan.

Sekolah Rakyat Sambut 28.478 Siswa Baru TA 2026/2027, Wajib Ikut MPLS 19 Hari
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi, Jawa Barat menyambut Mensos RI, yakni Saifullah Yusuf yang melakukan kunjungan kerja. (Foto: Kemensos RI)

Siswa Baru Sekolah Rakyat Ikut MPLS dan Matrikulasi

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf juga menjelaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat TA 2026/2027 mulai berjalan secara bertahap dalam empat gelombang per Selasa (14/7/2026). Pola itu terpilih untuk memastikan seluruh sarana pendidikan dan asrama benar-benar siap sebelum siswa baru datang.

“MPLS dimulai bertahap bukan tanda ketidakpastian, tetapi bentuk tanggung jawab. Kami tidak ingin anak-anak datang ke tempat yang sarananya belum benar-benar siap. Jadi, Setiap titik harus aman dan nyaman sebelum kami menyambut mereka,” paparnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat TA 2026/2027 dengan cara bertahap berdasarkan pada tiga pertimbangan utama. Mulai dari kesiapan fungsional sarana dan prasarana, keamanan dan kenyamanan siswa, hingga ketersediaan utilitas dasar seperti air bersih, listrik, serta sanitasi.

“Sekolah yang sarananya belum sepenuhnya siap, tidak dipaksakan menerima siswa demi keamanan. Ruang kelas, asrama, dan fasilitas pendukung harus dipastikan siap huni sebelum siswa datang,” ucap Mensos RI.

Sebanyak 101 Sekolah Rakyat menggelar MPLS TA 2026/2027 yang terdiri dari empat gelombang. Rinciannya adalah 19 Sekolah Rakyat Permanen Gelombang I pada 14 Juli, 63 Sekolah Rakyat Permanen Gelombang II pada 31 Juli, 8 Sekolah Rakyat Rintisan Jabodetabek pada 15 Agustus, dan 11 Sekolah Rakyat Permanen Gelombang IV pada 31 Agustus.

Seluruh gelombang menggunakan kerangka MPLS yang sama, yaitu 19 hari pelaksanaan dalam empat fase yang ramah anak. Hal itu sebagai bagian dari program persiapan selama kurang lebih tiga bulan, sebelum siswa baru menjalani pembelajaran reguler dan kehidupan penuh di asrama.

“Setelah MPLS selesai, maka akan dilanjutkan dengan matrikulasi sekitar 2,5 bulan. Pada tahap ini, siswa dikenalkan potensi dirinya, warga sekolah, kurikulum, lingkungan sekolah, dan kehidupan berasrama,” kata Gus Ipul.

Selain itu, MPLS memuat 36 materi yang terbagi dalam tujuh tema. Yaitu, pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, literasi dan numerasi, kesehatan dan perlindungan anak, literasi digital, kedisiplinan, hingga pencegahan perilaku berisiko seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan judi online alias judol.

28.478 siswa baru Sekolah Rakyat TA 2025/2026 juga akan menjalani cek kesehatan gratis selama MPLS. Ada pula asesmen psikologis, pemetaan potensi diri, dan pendampingan pembiasaan hidup berasrama.

Pada lima hari awal, siswa akan didampingi Taruna TNI-Polri untuk membantu pembentukan disiplin dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Gus Ipul menjamin, seluruh rangkaian MPLS berjalan dengan prinsip ramah anak dan nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan.

“Tidak boleh ada kekerasan seksual, kekerasan fisik, perundungan (bullying, red) maupun intoleransi. Jika terjadi kekerasan, pelakunya langsung kita berhentikan, tidak ada surat peringatan pertama ataupun kedua,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi